Analisis Perancangan Jaringan Backhaul Serat Optik Untuk Layanan Komunikasi Lte Penumpang Kereta Cepat Jakarta-surabaya Sub Pekalongan-cepu

Penulis

  • Joses Steven Tarigan Telkom University
  • Erna Sri Sugesti Telkom University
  • Rina Pudji Astuti Telkom University

Abstrak

Abstrak
Kereta api merupakan salah satu moda transpotasi massal yang sangat digemari masyarakat daripada transportasi lainnya karena biaya yang relatif murah, nyaman dan sesuai waktu. Oleh sebab itu, Indonesia akan membangun sarana transportasi kereta cepat pada rute Jakarta – Surabaya dengan kecepatan 140 km/jam pada frekuensi 900 Mhz. Pada teknologi backbone optik dapat digunakan pada SDH (Synchronous Digital Hierarchy) STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), teknologi jaringan akses menggunakan XG-PON, dan teknologi core network LTE (Long Term Evolution) menggunakan EPC. Rancangan yang dibuat berupa dengan parameter delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, DAN BER dengan ketentuan standar ITU-T G.987, ITU-T G696.1 DAN 3GPP TS23.203. Parameter delay pada link terjauh downstream yaitu 2,12274208 ms, sedangkan pada sisi upstream 2,12271064 ms. Parameter terendah LPB pada sisi dowstream bernilai -24,421 dBm, Q-factor 5,8221, BER 2,99 x 10-9 , dan RTB 0,046097796 ns. Nilai parameter terendah pada link akses upstream LPB -24,896 dBm, Q-factor 5,669152517, BER 7,39 x 10-9 dan RTB 0,046097843 ns. Pada sisi backbone nilai terendah LPB -26,09, Q-factor 6,425875721, BER 6,71 x 10-11, dan RTB 0,046098000 ns.
Kata Kunci: Backhaul, LTE (Long Term Evolution), XGPON (10-Gigabit Passive Optical Network), STM-64

Abstract
The train is one of the most popular public transportation than other transportation. because the costs are relatively cheap, convenient and timely. Therefore, Indonesia will build fast train transportation facility on the Jakarta - Surabaya route with a speed of 140 km/hour at a frequency of 900 MHz. Optical backbone technology can be used in Synchronous Digital Hierarchy (SDH) STM-64 Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), access network technology using XG-PON and LTE (Long Term Evolution) core network technology using EPC. The design is made with parameters delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, AND BER with standard provisions of ITU-T G.987, ITU-T G696.1 AND 3GPP TS23,203. Delay parameter on the farthest downstream link which is ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.2 April 2022 | Page 331 2.12274208 ms, while on upstream side is 2.12271064 ms. The lowest parameter of LPB on dowstream side is -24,421 dBm, Q-factor 5.8221, BER 2.99 x 10-9, and RTB 0.046097796 ns. The lowest parameter value on LPB upstream access link is -24,896 dBm, Q-factor 5.669152517, BER 7.39 x 10-9 and RTB 0.046097843 ns. On the backbone side, the lowest value is LPB -26.09, Q-factor 6.425875721, BER 6.71 x 10-11, and RTB 0.046098000 ns.
Keywords: Backhaul, LTE (Long Term Evolution), XGPON (10-Gigabit Passive Optical Network), STM64

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-04-01

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi