Analisis Tingkat Efektivitas Mesin Bowl Cutter Laska Dengan Menggunakan Metode Total Effective Equipment Performance (TEEP) Untuk Menentukan Kebijakan Pemeliharaan Pada PT XYZ

Penulis

  • Fahmi Rizal Samlistiya Telkom University
  • Judi Alhilman Telkom University
  • Aji Pamoso Telkom University

Abstrak

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan makanan olahan beku berbahan baku dasar seafood, yang diolah menjadi produk olahan, baik ke pasar domestik maupun mancanegara. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi mesin, menentukan faktor-faktor pengaruh dalam six big losses, dan merumuskan kebijakan pemeliharaan untuk meningkatkan efektivitas mesin. Mesin bowl cutter laska dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan memiliki jumlah frekuensi kerusakan tertinggi dibandingkan dengan mesin yang lainnya pada PT XYZ. Metode TEEP digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang dihitung dari utilization dengan overall equipment effectiveness (OEE). Banyak faktor mempengaruhi hasil perhitungan efektivitas, dan faktor dengan persentase tertinggi dievaluasi dengan fault tree analysis (FTA). Hasil temuan ini digunakan sebagai dasar untuk kebijakan pemeliharaan dan didapatkan bahwa pengukuran efektivitas menunjukkan bahwa kondisi mesin Bowl Cutter Laska buruk dan tidak berjalan secara optimal. Nilai OEE rata-rata sebesar 81% dan kurang dari standar JIPM kelas dunia (85%). Hal tersebut juga berlaku pada nilai total effective equipment performance (TEEP) rata-rata sebesar 45%. Rendahnya OEE dan TEEP disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan aset, seperti kapasitas produksi dan waktu operasi yang tidak digunakan secara maksimal sehingga hal tersebut mempengaruhi nilai six big losses pada faktor idling and minor stoppages losses sebesar 20% dan reduce speed losses sebesar 16%. Usulan kebijakan pemeliharaan melibatkan analisis FTA dan penerapan autonomous maintenance secara terjadwal diusulkan untuk mencegah kerusakan mesin.

Kata kunci: OEE, TEEP, Six Big Losses, Fault Tree Analysis

Referensi

J. Alhilman and A. F. Abdillah, "Analysis of Double indian Ballbreaker Net Sorter Machine Based on Overall Equipment Effectiveness Method Cases in Tea Plantation Plants," IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 528, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1757- 899X/528/1/012046.

I. P. S. Ahuja and J. S. Khamba, "Total productive maintenance: Literature review and directions," Int. J. Qual. Reliab. Manag., vol. 25, no. 7, pp. 709–756, 2008, doi: 10.1108/02656710810890890.

A. Joseph and M. S. Jayamohan, "Evaluation of Overall Equipment Effectiveness and Total Effective Equipment Performance: a Case Study," Int. J. Adv. Eng. Res. Dev., vol. 4, no. 05, pp. 2006–2009, 2017, doi: 10.21090/ijaerd.53204.

F. Kurniawan, Manajemen Perawatan Industri: Teknik Dan Aplikasi; Implementasi Total Productive Maintenance (TPM); Preventive Maintenance & Reliability Centered Maintenance (RCM). Graha Ilmu : Yogyakarta., 2013.

Cruzan Ryan, Part I - Creating an Effective PM Program," in Manager’s Guide to Preventive Building Maintenance. River Publishers, 2009.

S. Nakajima, "Introduction to TPM." pp. 1–5, 1988.

A. Amrussalam, P. Budi Santoso, and I. Pambudi Tama, "Pengukuran Dan Perbaikan Total Productive Maintenance (Tpm) Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (Oee) Dan Root Cause Failure Analysis (Rcfa)," J. Eng. Manag. Industial Syst., vol. 4, no. 2, pp. 102–108, 2016, doi: 10.21776/ub.jemis.2016.004.02.1.

P. Muchiri and L. Pintelon, "Performance measurement using overall equipment effectiveness (OEE): Literature review and practical application discussion," Int. J. Prod. Res., vol. 46, no. 13, pp. 3517–3535, 2008, doi: 10.1080/00207540601142645.

K. Soemadi, B. P. Iskandar, and H. Taroepratjeka, "Optimal overhaul-replacement policies for a repairable machine sold with warranty," J. Eng. Technol. Sci., vol. 46, no. 4, pp. 465–483, 2014, doi: 10.5614/j.eng.technol.sci.2014.46.4.9

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-10-21

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Teknik Industri