Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dan Perbaikan Kinerja Perusahaan Rintisan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Bsc) Dan Business Process Improvement (Bpi) (Studi Kasus : Perusahaan Rintisan Pesenkuy)
Abstrak
Abstrak — Pengukuran kinerja merupakan aspek penting dalam mengelola sebuah organisasi yang
digunakan untuk memantau dan mengendalikan
pelaksanaan strategi yang bertujuan untuk mencapai
tujuan organisasi. Tingginya persaingan pada dunia
industri digital saat ini mengharuskan PesenKuy untuk
memiliki daya saing yang tinggi agar terhindar dari faktor
kegagalan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PesenKuy
membutuhkan sistem pengukuran kinerja yang dapat
membantu perusahaan dalam mengukur kinerjanya dari
berbagai perspektif dan menghubungkannya dengan
strategi yang akan meningkatkan daya saing dan
pertumbuhan bisnis. Salah satu pendekatan yang dapat
digunakan adalah Balanced Scorecard (BSC), yang
mengintegrasikan empat perspektif utama yaitu keuangan,
pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan
pertumbuhan. Dengan menerapkan pendekatan Balanced
Scorecard, PesenKuy dapat mengetahui dan mengukur
sistem pengukuran kinerja yang terintegrasi dari keempat
perspektif tersebut. Dengan sistem pengukuran kinerja
yang terintegrasi ini, PesenKuy berharap dapat lebih baik
memenuhi ekspektasi pelanggan, meningkatkan loyalitas
pelanggan, dan mencapai visi dan misi perusahaan.
Kata kunci — Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key Performance Indicator, Proses Bisnis,
Streamlining
Referensi
K. Purwani och B. S. Dharmmesta, "Perilaku Beralih
Merek Konsumen dalam Pembelian Produk otomotf,"
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, pp. 288-302, 2002.
S. Sigilipu, "Pengaruh Penerapan Informasi
Akuntansi Manajemen dan Sistem Pengukuran
Kinerja Terhadap Kinerja Manajeril," Jurnal Ilmiah
Fokus Ekonomi, Manajemen Bisnis dan Akuntansi
Vol. 1 No.3, pp. 239-247, 2013.
S. Yuwono, Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced
Scorecard Menuju Organisasi yang Berfokus pada
Strategi, Gramedis Pustaka Utama, 2002.
D. Hansen, Management Accounting, Thomson Wadsworth, 2005.
A. T. Soemohadiwidjojo, SOP & KPI Untuk UMKM
dan Start Up, Raih Asa Sukses, 2018.
F. N. D. Fatimah, Teknik Analisis SWOT,
Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia, 2020.[7] I. Mariza, "Pengukuran Kinerja dengan Balanced
Scorecard," Journal The Winners Vol. 4 No.2, pp. 127-137, 2003.
T. L. Saaty, "Decision Making for Leader: The
Analytical Hierarchy Process for Decisions in
Complex World," 1993.
H. J. Harrington, Business Process Improvement: The
Breakthtough Strategy for Total Quality, Productivity,
and Competitiveness, New York: McGraw-Hill, 1991.
R. Sidh, "Peranan Brainware dalam Sistem Informasi
Manajemen," Jurnal Computech & Bisnis, pp. 19-29, 2013.
F. Rasool, M. Greco och M. Grimaldi, "Digital
Supply Chain Performance Metrics : A Literatur
Review," Measuring Business Excellence, pp. 23-38, 2022.
S. K. Chaharsooghi, N. Beigzadeh och A.
Sajedinejad, "Analyzing Key Performance Indicator
of E-Commerce Using Balanced Scorecard,"
Management Science Letter, pp. 127-140, 2016.
J. S. Keebler och R. E. Plank, "Logistics Performance
Measurement in The Supply Chain : A Benchmark,"
Benchmarking : An International Journal, pp. 785- 798, 2009.
A. Gunasekaran, C. Patel och R. E. McGaughey, "A
Framework for Supply Chain Performance
Measurement," International Journal of Production
Economics, pp. 333-347, 2004.
D. Mollov, "Strategic Supply Chain Management
with The Balanced Scorecard," Economic
Alternatives, pp. 283-299, 2020.
A. T. Soemohadiwidjojo, SOP & KPI Untuk UMKM
dan Start Up, Raih Asa Sukses, 2018.
M. S. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia,
Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
Mardiasmo, Akuntansi Sektor Publik, Yogyakarta, 2002.
Mulyadi, Balanced Scorecard: Alat Manajemen
Kontemporer untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan
Perusahaan (edisi ke-2), Jakarta: Salemba Empat, 2001.



