Design Perangkat Sistem Penyiraman Pada Pemantauan dan Penyiraman Tanaman Kopi dan Nutrisi Tanah Otomatis Berdasarkan Suhu, Kelembapan, dan Keasaman Berbasis IoT
Abstrak
Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat ideal untuk budidaya kopi. Variasi topografi, iklim tropis, perbedaan ketinggian, dan kesuburan tanah menjadi faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan kopi. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk musim kemarau yang panjang akibat perubahan iklim, lokasi pegunungan yang terpencil, serta banyak petani yang masih menggunakan metode tradisional yang kurang efisien Penelitian ini memperkenalkan solusi otomatisasi yang meliputi deteksi kelembaban tanah untuk menyesuaikan kebutuhan penyiraman, pemantauan suhu dan kelembaban udara, serta pengukuran pH tanah agar nutrisi tanaman kopi tetap optimal. Sistem ini terdiri dari berbagai sensor utama, seperti mikrokontroler ESP32, sensor kelembaban tanah, sensor suhu DHT11, sensor pH tanah, dan sensor RS485 untuk mengukur kandungan nutrisi makro tanah seperti NPK. Energi sistem disuplai oleh panel surya, dengan internet yang disediakan oleh MiFi Orbit Star. Data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor tersebut dikirimkan secara real-time ke server, kemudian ditampilkan melalui antarmuka web, sehingga memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara jarak jauh dengan lebih efisien. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan teknologi IoT dan sensor terintegrasi memberikan solusi yang inovatif dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional budidaya kopi. Sensor NPK RS485 menunjukkan akurasi tinggi dengan 99,91% untuk Nitrogen, 99,70% untuk Fosfor, dan 99,80% untuk Kalium dibandingkan dengan sensor analog. Implementasi sistem ini tidak hanya mengurangi kebutuhan intervensi manual, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Manfaat dari sistem ini termasuk peningkatan kualitas panen, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, serta pemantauan kondisi kebun yang lebih akurat.
Kata Kunci- Budidaya Kopi, Internet of Things, Otomatisasi Pertanian, Sensor RS485.
Referensi
P.Marbun and V. Changgara, “Mapping Land Characteristics of Arabica Coffee in Pangaribuan and Simangumban Subdistricts,” JURNAL ONLINE Agroekoteknologi, vol. 10, no. 3, pp. 45–51, Jan. 2024, doi: 10.32734/joa.v10i3.15358.
T. Hakim and S. Lardi, “Budidaya Tanaman Kopi Arabika,” 2023. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/368607480.
I. Fibriani and J. Elektro, “Sistem Monitoring dan Kontrol Tanaman Kopi untuk Smart Greenhouse Menggunakan Wireless Sensor Network Berbasis Internet of Things,” 2020.
J. Triyanto, M. Pramuditya Pradana, A. T. Permatasari, N. Rezika, and N. K. Daulay, “Monitoring Multi Sensor ESP 32 Secara Realtime Berbasis Website,” 2023.
Pujiyanto, “Respons Tanaman Kopi Arabika pada Tanah Andisol Terhadap Aplikasi Bahan Organik Response of Arabica Coffee Cultivated on Andisols on Organic Matter Applications”.
R. Selvanarayanan, S. Rajendran, S. Algburi, O. Ibrahim Khalaf, and H. Hamam, “Empowering coffee farming using counterfactual recommendation based RNN driven IoT integrated soil quality command system,” Sci Rep, vol. 14, no. 1, Dec. 2024, doi: 10.1038/s41598-024-56954-x



