Sistem Otomatisasi Dengan Pemantauan Data Real-Time Untuk Komposter Digital Berbasis IoT
Abstrak
Peningkatan populasi di Kota Bandung menyebabkan lonjakan volume sampah dengan mayoritas berupa sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan metode open dumping. Hal ini memicu emisi gas rumah kaca dan kontaminasi lingkungan. Pengomposan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah organik, tetapi metode manual kompos seringkali tidak optimal dari segi waktu dan keberhasilan. Implementasi Internet of Things (IoT) dapat dikembangkan sebagai solusi permasalah sampah tersebut. Sistem Dicompos berbasis IoT untuk otomatisasi dan pemantauan proses pengomposan aerobic melalui aplikasi dan website. Sistem ini menggunakan sensor PR-3001-ECTHPH-N01 untuk mengawasi suhu, kelembapan, dan pH, serta aktuator unuk otomatisasi kontrol. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini mampu mengoptimalkan suhu pada fase mesofilik 17,8% lebih baik dari metode manual, dengan suhu optimal 35°C dan kelembapan 40-65% dan fase termofilik dipercepat menjadi 5 hari. Sensor PR-3001-ECTHPH-N01 memiliki akurasi tinggi dengan 98,18% untuk suhu, 98% kelembapan, dan 97,63% pH. Koneksi LoRa mampu mencapai 400m dan performa API cukup dengan response time rata-rata 257,142 ms. Tingkat kepuasan pengguna mencapai 90,74% untuk website dan 91,13% untuk aplikasi, menjadikan Dicompos solusi efektif untuk proses pengomposan aerobic.
Kata kunci —aerobic, IoT, kompos, otomatisasi, sampah organik.
Referensi
K. Kurnia, A. Sholihah, D. B. Hariyanto, dan M. Pd, “Kajian Tentang Pengelolaan Sampah di Indonesia.”
“SIPSN - Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional | Timbulan Sampah Nasional.” Diakses: 20 Agustus 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/data/timbulan
“SIPSN - Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional | Timbulan Sampah Provinsi.” Diakses: 20 Agustus 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/data/timbulan
“SIPSN - Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional | Komposisi Sampah Kota Bandung.” Diakses: 20 Agustus 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/data/komposisi
G. Puspita dan S. Ainun, “Identifikasi Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tangga di Kota Bandung.”
B. Ratnawati, M. Yani, Suprihatin, dan H. Hardjomijojo, “Study of Remaining Service Life of a Municipal Solid Waste Landfill with the Composting Method: A Case Study in Klaten Regency,” 2022.
S. C. Kiran, C. Nagarajaiah, M. M. Murthy, dan P. C. Ranjith, “Effect of Municipal Solid Waste Open Dumping on Soil, Water, Crop, Human Health and Its Prospectives,” International Journal of Environment and Climate Change, hlm. 36–45, Jun 2020, doi: 10.9734/ijecc/2020/v10i830216.
A. A. Hashim dkk., “Overview on food waste management and composting practice in Malaysia,” dalam AIP Conference Proceedings, American Institute of Physics Inc., Mei 2021. doi: 10.1063/5.0044206.
H. Sawir dkk., “Pengomposan Sampah Organik di TPA Air Dingin Kota Padang: Potensi Ekonomi dan Manfaat Lingkungan,” 2024.
R. Sutriadi, “Buruan Sae, a Green Action towards a Communicative City in Bandung City, West Java Indonesia,” 2022.
Badan Standardisasi Nasional, “Standar Nasional Indonesia Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik Badan Standardisasi Nasional,” 2004.
M. Dietrich, M. Fongen, dan B. Foereid, “Anaerobic digestion affecting nitrous oxide and methane emissions from the composting process,” Bioresour Technol Rep, vol. 15, Sep 2021, doi: 10.1016/j.biteb.2021.100752.
A. L. Meena dan M. Karwal, “Aerobic vs Anaerobic Composting: Differences and Comparison,” 2021, doi: 10.13140/RG.2.2.21424.69125.
I. Mckenzie, S. Diana, S. Jaikishun, dan A. Ansari, “Comparative Review of Aerobic and Anaerobic Composting for the Reduction of Organic Waste,” Agricultural Reviews, no. Of, Jan 2022, doi: 10.18805/ag.r-191.
N. M. Trautmann dan M. E. Krasny, “The Science of Composting,” Kendall/Hunt Publishing Company, 1996.
M. Ajmal dkk., “Ultra-high temperature aerobic fermentation pretreatment composting: Parameters optimization, mechanisms and compost quality assessment,” J Environ Chem Eng, vol. 9, no. 4, Agu 2021, doi: 10.1016/j.jece.2021.105453.
C. Liang, K. C. Das, dan R. W. Mcclendon, “The influence of temperature and moisture contents regimes on the aerobic microbial activity of a biosolids composting blend.”
M. A. J. Jamali, A. Heidari, P. Allahverdizadeh, F. Norouzi, dan B. Bahrami, “IoT Architecture,” EAI/Springer Innovations in Communication and Computing, hlm. 9–31, 2020, doi: 10.1007/978-3-030-18468-1_2.
普锐 森社, “五插针土壤变送器(485型)”.
B. Sutara dan S. S. Gunawan, “Comparative Analysis of Rest API Performance Between Express.js Framework and Hapi.js Using Apache JMeter,” 2024.
B. Setiawan, E. S. Putra, I. Siradjuddin, M. Junus, D. Dewatama, dan S. Wiyanto, “Study of LoRa (Long Range) communication for monitoring of a ship electrical system,” dalam Journal of Physics: Conference Series, IOP Publishing Ltd, Des 2019. doi: 10.1088/1742-6596/1402/4/044022.
Jakob Nielsen, “Response Time: The 3 Important Limits,” Nielsen Norman Group. Diakses: 2 September 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.nngroup.com/articles/response-times-3-important-limits/
E. Novalia dan A. Voutama, “Black Box Testing dengan Teknik Equivalence Partitions Pada Aplikasi Android M-Magazine Mading Sekolah,” 2022.



