Uji Performasi Kompor Biomassa Konvensional UB-03 dan Kompor Biomassa Berbahan Dasar Semen dengan Campuran Tanah Liat dan Perlit Menggunakan Metode WBT

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Indonesia, sebagai negara agraris dengan banyak limbah pertanian, masih bergantung pada bahan bakar fosil, terutama gas LPG, untuk memasak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menunjukkan bahwa 82,78% rumah tangga di Indonesia menggunakan gas LPG, dengan angka yang lebih tinggi di perkotaan (88,93%) dibandingkan pedesaan (74,68%). Dengan menipisnya energi fosil, biomassa, yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan, menjadi alternatif bahan bakar yang semakin relevan. Biomassa tidak hanya dapat menggantikan bahan bakar fosil, tetapi juga bermanfaat untuk pangan dan pakan ternak. Penelitian ini mengevaluasi performa kompor biomassa konvensional dibandingkan dengan kompor biomassa berbahan dasar semen yang dicampur tanah liat dan perlit menggunakan metode Water Boiling Test (WBT). Hasil uji menunjukkan bahwa kompor biomassa berbahan dasar semen lebih cepat dalam mendidihkan air dibandingkan dengan kompor biomassa konvensional. Ini menunjukkan bahwa kompor semen lebih efisien dalam mentransfer panas dan mengurangi rugi kalor selama pembakaran. Namun, efisiensi termal kompor semen sedikit lebih rendah, yaitu 22,98%, dibandingkan kompor konvensional yang mencapai 24,61%. Perbedaan ini disebabkan oleh penggunaan biomassa yang lebih banyak pada kompor semen.

Kata kunciBiomassa, Efisiensi Termal, Kompor Biomassa Konvensional, Kompor Biomassa Semen, LPG, WBT

Referensi

E. Karmiza, S. Helianty, dan Zulfansyah, “Evaluasi Kinerja Kompor UB-03-1 Berbahan Bakar Limbah Industri Kayu Olahan, Tempurung Kelapa, Pelepah Sawit, dan Ranting Kayu Akasia”, Jom FTEKNIK, vol. 1, no. 2, 2014.

Potensi Pengembangan Bioenergi di Indonesia, Layanan Informasi dan Investigasi Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (LINTAS EBTKE). [Online]. Tersedia : https://ebtke.esdm.go.id/lintas/id/investasi-ebtke/sektorbioenergi/potensi . [Accessed Desember 2023].

V. A. Dhini, “Mayoritas Rumah Tangga Indonesia Gas Elpiji Untuk Memasak,” databoks, 2021. [Online]. Tersedia : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/22/ mayoritas-rumah-tangga-indonesia-menggunakan-gaselpiji-untuk-memasak . [Accessed Desember 2023].

M. Nurhuda, “ Kompor Biomassa UB: Menuju Kemandirian Energi bagi Rakyat Miskin”, Prakarsa, vol.9, no. 4, 2011.

S. F. Baldwin, "Biomass Stoves," Volunteers in Technical Assistance, 1987.

R. F. Rizqiardihatno, “Perancangan Kompor Berbahan Bakar Pelet Biomassa Dengan Efisiensi Tinggi dan Ramah Lingkungan Menggunakan Prinsip Heat Recovery,” Skripsi, Universitas Indonesia, Depok, 2009.

M. Riadi, “Biomassa - Pengertian, Jenis Kompor dan Gasifikasi”, kajianpustaka.com, 2023. [Online]. Tersedia : https://www.kajianpustaka.com/2023/03/biomassa.html . [Accessed September 2024].

D. A. Sasmita, F. Andriawan, dan N. A. Solekakh, ”Kinerja Kompor Biomassa SNI 7926:2023”, BSN, 2023.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-12-01

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Teknik Fisika