Perancangan Dan Pemodelan Jaringan Broadband Village Dengan Support System Kabel Optik Di Desa Patengan Ciwidey Jawa Barat

Penulis

  • Dhafa Baldi Fajriansyah
  • Raihan Rizqan Radhiyya Abbas
  • Winky Harun Al Rosid
  • Akhmad Hambali

Abstrak

Desa Patengan di Kecamatan Ciwidey
menghadapi keterbatasan akses internet dan rendahnya
pemanfaatan teknologi informasi, nyaris tergolong wilayah 3T.
Warga harus berjalan kaki hingga 3 km untuk mendapatkan
koneksi internet, membatasi akses informasi, pendidikan, dan
peluang ekonomi. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan
pembangunan jaringan Broadband Village berbasis Fiber to the
Home (FTTH) dengan arsitektur Gigabit Passive Optical
Network (GPON). Infrastruktur ini menggunakan kabel serat
optik dari kantor desa menuju Optical Distribution Point
(ODP), lalu disalurkan ke Optical Network Terminal (ONT) di
lokasi strategis seperti sekolah, masjid, dan balai desa.
Pemodelan rute dilakukan dengan Google Earth dan diuji
menggunakan perhitungan link budget dan simulasi QoS. Hasil
menunjukkan kecepatan data di Masjid (3,83/4,82 Mbps),
Sekolah (8,75/9,45 Mbps), dan Balai Desa (13,45/11,30 Mbps),
dengan PRx ±2,8–3,1 dB, Q-Factor 42–115, BER ≈ 0, dan SNR
>50 dB. QoS memenuhi standar ETSI EG 202 057-2, dengan
throughput 1,05–1,70 Mbps, packet loss <1%, delay <7 ms, dan
jitter sangat rendah. Proyek ini dinyatakan layak dan efektif
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Kata kunci— daerah 3T, GPON, infrastruktur telekomunikasi,
literasi digital, Broadband Village

 

Diterbitkan

2025-12-23

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Teknik Telekomunikasi