Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming (Studi Kasus: Toko Bangunan Lima Saudara

Penulis

  • Fathul Aziz Telkom University
  • Abednego Dwi Septiadi Telkom University

Abstrak

Toko Bangunan Lima Saudara merupakan
usaha kecil menengah yang berdiri sejak Januari 2020 dan
masih bergantung pada metode konvensional dalam pencatatan
transaksi, manajemen stok, dan pelaporan keuangan.
Penggunaan nota tulis tangan menyebabkan kesalahan
perhitungan, tidak adanya sistem pengelolaan stok yang
terstruktur menimbulkan ketidakpastian data, serta pelaporan
keuangan yang tidak efisien meningkatkan risiko kehilangan
informasi penting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan sistem informasi penjualan berbasis web guna
mengatasi permasalahan tersebut. Pengembangan sistem
menggunakan metode Extreme Programming (XP) dengan
tahapan identifikasi kebutuhan melalui wawancara,
perencanaan iteratif, perancangan menggunakan prinsip
simple design, pengembangan sistem dengan framework
Laravel, serta refactoring secara berkala. Pengujian sistem
dilakukan menggunakan metode black box testing untuk
memastikan fungsi berjalan sesuai harapan dan User
Acceptance Testing (UAT) untuk menilai kesesuaian sistem
dengan kebutuhan pengguna. Hasil implementasi
menunjukkan bahwa sistem mampu mencatat transaksi secara
otomatis, mengurangi kesalahan pencatatan, menampilkan stok
barang secara real-time, serta menghasilkan laporan keuangan
harian yang lebih akurat. Kesimpulannya, sistem yang
dikembangkan berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan
mendukung pengambilan keputusan di Toko Bangunan Lima
Saudara.
Kata kunci — Sistem informasi penjualan, extreme programming,
website
I. PENDAHULUAN
Perdagangan merupakan aktivitas penting dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi sumber
penghidupan bagi banyak pelaku usaha [1]. Menurut
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, perdagangan
mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan transaksi
barang dan/atau jasa, baik dalam skala domestik maupun
lintas negara. Dalam praktiknya, transaksi perdagangan
memerlukan dokumentasi yang akurat dan sistematis, seperti
nota atau bukti transaksi. Namun, hingga kini masih banyak
pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang
melakukan pencatatan transaksi secara manual,
menggunakan nota tulis tangan yang tidak terintegrasi
dengan sistem informasi. Praktik tersebut rentan terhadap
kesalahan pencatatan, keterlambatan rekapitulasi data, dan
berkurangnya akurasi informasi penjualan maupun
keuangan.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi
informasi di Indonesia, pemanfaatan sistem informasi telah
menjadi bagian penting dalam operasional bisnis. Berbagai
perangkat lunak kini tersedia untuk membantu pelaku usaha
dalam mengelola data dan menghasilkan informasi yang
akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Sistem
informasi penjualan, khususnya yang berbasis web,
memungkinkan proses transaksi, pencatatan, serta pelaporan
dilakukan secara otomatis dan real-time, sehingga
meningkatkan efisiensi serta transparansi pengelolaan usaha.
Meskipun manfaat tersebut sudah banyak dibuktikan, masih
terdapat UMKM yang belum mengadopsi teknologi ini, salah
satunya adalah Toko Bangunan Lima Saudara yang berlokasi
di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Selama lebih dari
empat tahun beroperasi, toko ini masih menjalankan
pencatatan transaksi secara manual, yang mengakibatkan
seringnya terjadi kesalahan dalam perhitungan dan
keterlambatan dalam penyusunan laporan penjualan serta
stok barang. Dalam beberapa studi terdahulu, pendekatan
pengembangan sistem informasi berbasis metode Agile
semakin banyak digunakan, karena dinilai adaptif terhadap
perubahan kebutuhan pengguna. Salah satu metode yang
menonjol dalam pendekatan ini adalah Extreme
Programming (XP), yang menekankan iteras

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-23

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Rekayasa Perangkat Lunak - Kampus Purwokerto