Penerapan ISO/IEC 25010 Untuk Mengevaluasi Aplikasi SRIKANDI Pada Instansi Pemerintahan Kabupaten Banyumas

Penulis

  • Fiqih Tri Eko Firmansyah Telkom University
  • Muhamad Awiet Wiedanto Telkom University
  • Sukmadiningtyas Telkom University

Abstrak

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) kini mendukung
otomatisasi pengarsipan dan digitalisasi melalui sistem
elektronik yang dibuat pejabat berwenang untuk menunjang
tugas dan fungsi jabatan dalam lingkup internal instansi.
Tercatat terdapat 27 ribu aplikasi pemerintah yang dibuat,
akan tetapi sebagian tidak berfungsi optimal dan kurang
efisien. Meski demikian, Arsip Nasional Republik Indonesia
(ANRI) pada 2023 mengembangkan Sistem Informasi
Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang digunakan
di seluruh instansi, termasuk Kabupaten Banyumas.
SRIKANDI dimanfaatkan untuk surat menyurat antarinstansi
sebagai upaya digitalisasi. Tetapi pengguna aplikasi SRIKANDI
masih mengalami kendala akses pada jam tertentu yang
menyebabkan keterlambatan proses surat menyurat.
Berdasarkan standar ISO/IEC 25010:2011, dilakukan evaluasi
dengan dimensi Quality in Use dari sudut pandang pengguna.
Populasi penelitian berjumlah 2.838 pengguna dari 56
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banyumas,
dengan sampel 100 responden menggunakan rumus Slovin.
Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, uji
reliabilitas, dan validitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai
Effectiveness 81,6%, Efficiency 84,1%, Satisfaction 79,9%,
Freedom From Risk 78,0%, dan Context Coverage 74,8%. Ratarata keseluruhan mencapai 79,68% dengan kategori tinggi.
Temuan ini menunjukkan bahwa SRIKANDI memiliki kualitas
tinggi berdasarkan dimensi Quality in Use.
Kata kunci- ISO/IEC 25010, Quality In Use, Aplikasi
SRIKANDI

Diterbitkan

2025-12-22

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Sistem Informasi - Kampus Purwokerto