Fenomena Negosiasi Identitas Perempuan Berhijab Merokok (Fenomenologi Perempuan Berhijab Merokok di Kota Bandung)
Abstrak
Perempuan berhijab yang merokok kerap menghadapi stigma berlapis, baik sebagai perokok maupun sebagai individu yang membawa simbol religius. Kota Bandung sebagai tempat yang dijadikan penelitian karena stigma terhadap perempuan berhijab merokok masih sangat hidup dikarenakan budaya patriarkis yang kuat dan merupakan topik yang minim dibicarakan oleh orang yang menjadikan urgensi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl (1859-1938) untuk mengungkap makna pengalaman subjektif informan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan perempuan berhijab merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan menjalani proses negosiasi identitas melalui strategi penyesuaian dri dalam berbagai konteks sosial. Dengan menggunakan Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting-Toomey & Tenzin Dorjee, 2018, ditemukan bahwa ketiga unit analisis identitas budaya keanggotaan sosiokultural, identitas peran keluarga, dan Atribut Identitas Pribadi saling terkait dalam membentuk respons terhadap stigma sosial. Informan cenderung menyembunyikan kebiasaan merokok di lingkungan yang konservatif namun lebih terbuka dalam ruang yang dianggap aman. Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas bukanlah kategori tunggal yang tetap, melainkan hasil dari proses adaptif yang dinamis dalam interaksi sosial. Kata Kunci: Perempuan, Perempuan Berhijab Merokok, Identitas, Negosiasi Identitas. Fenomenologi.
Unduhan
Referensi
Ablelo, F. O., Kusuma, F. H. D., & Rosdiana, Y. (2019). Hubungan Antara Frekuensi Merokok dengan Tingkat Stres pada Remaja Akhir. Nursing News, 4(1), 133–144.
Adiba, M. A. M. (2023). Wanita Berhijab Merokok Dalam Sudut Pandang Realias Sosial. Inisiasi, 39–46. https://doi.org/10.59344/inisiasi.v12i1.122
Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Historis, 5(2), 146–150.
Erving, G. (1963). Stigma: Notes on the Management of Spoiled Indentity. 156.
Etrawati F. (2014). Perilaku Merokok pada Remaja : Kajian Faktor Sosio Psikologis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(2), 77–85.
Goffman, E. (2017). The presentation of self. Life as Theater: A Dramaturgical Sourcebook, 129–140. https://doi.org/10.4324/9780203787120
Hasbiansyah. (2008). Pendekatan Fenomenologi. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidika Islam, 6(November), 17–33.
Littlejohn, Stephen, W., A.Foss, K., & Oetzel, J. G. (2017). THEORIES OF HUMAN COMMUNICATION Eleventh Edition. In Waveland Press, Inc. (Vol. 53, Issue 95).
Nangoi, J. P., & Daeli, O. O. (2023). Studi Etnografi Tentang Stigmatisasi dan Konformitas Perempuan Perokok dalam Budaya Patriarki. Focus, 4(1), 45–60. https://doi.org/10.26593/focus.v4i1.6473
Nur, A., & Utami, F. Y. (2022). Proses dan Langkah Penelitian Antropologi: Sebuah Literature Review. AdDariyah: Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya, 3(1), 44–68. https://doi.org/10.55623/ad.v3i1.109
Putri, W. R., Wirman, W., & Yazid, T. P. (2023). Pengalaman Komunikasi dan Konsep Diri Perempuan Berhijab Pengguna Vaporizer Di Kota Pekanbaru. Idarotuna, 5(1), 77. https://doi.org/10.24014/idarotuna.v5i1.22558
Rizky Fadilla, A., & Ayu Wulandari, P. (2023). Literature Review Analisis Data Kualitatif: Tahap PengumpulanData. Mitita Jurnal Penelitian, 1(No 3), 34–46.
Stella Ting-Toomey, & Tenzin Dorjee. (2018). Comunnicating Across Cultures.
STODDART, K. (1986). The Presentation of Everyday Life. Urban Life, 15(1), 103–121. https://doi.org/10.1177/0098303986015001004



