Komunikasi Interpersonal Remaja dan Orang Tua Dalam Membangun Keterbukaan Diri Mahasiswa Rantau

Authors

  • Hera Nisa Haerul Naswah Telkom University
  • Lucy Pujasari Supratman Telkom University

Abstract

Keterbatasan jarak yang jauh dapat menjadi penghambat dalam berkomunikasi mengingat orang tua ataupun remaja
tidak dapat memastikan kondisi dan keadaan satu sama lain apabila tidak mendapatkan pemberitahuan secara
langsung. Kondisi ini sangat sulit apabila remaja tidak memiliki kecenderungan untuk membuka diri kepada orang
tua. Hal inilah yang memicu terjadinya perubahan komunikasi interpersonal remaja dan orang tua. Penelitian ini
berfokus kepada komunikasi interpersonal remaja dan orang tua dalam membangun keterbukaan diri pada mahasiswa
rantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi interpersonal remaja dan orang
tua dalam membangun keterbukaan diri mahasiswa rantau, serta mendeskripsikan perubahan perilaku komunikasi dan
keterbukaan diri remaja mahasiswa rantau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara
kepada informan utama dan informan pendukung guna mendapatkan data yang sesuai dengan penelitian, valid, dan
komprehensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh remaja dan
orang tua pada kasus mahasiswa rantau dilakukan melalui telfon, chat, dan video call. Pada penelitian ini juga
menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal remaja dan orang tua dalam membangun keterbukaan diri mahasiswa
rantau ditandai dan dipengaruhi oleh pengungkapan diri, rasa pemahaman, daya dukung, komunikasi konstruktif, dan
kesamaan nilai. Selain itu, ditemukan adanya perubahan perilaku komunikasi remaja dan orang tua pada kasus
mahasiswa rantau.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Keterbukaan Diri, Mahasiswa Rantau

References

Adisa, Vanesa. (2023). Peran Orang Tua dalam Pendampingan Tumbuh Kembang Remaja. Rumah Baca.

Amaliah, S. H., & Shabrina, A. (2024). Keterbukaan Diri Mahasiswa Rantau Dengan Pola Asuh Orang Tua Otoriter.

(4), 4200–4207.

DeVito, J. A. (2011). Komunikasi Antarmanusia (Edisi Keli). KARISMA Publishing Group.

Dewi, I. C., Setyabudi, D., & Rahmiaji, L. R. (2024). PENGALAMAN REMAJA RANTAU DALAM MENGELOLA

KECENDERUNGAN DEPRESI. UNDIP, E-Journal, 11(1), 1–14.

Fauzia, N., Asmaran, A., & Komalasari, S. (2021). Dinamika Kemandirian Mahasiswa Perantauan. Jurnal Al-Husna,

(3), 167. https://doi.org/10.18592/jah.v1i3.3918

Febrian, H., Tayo, Y., Ramdhani, M., Karawang, U. S., Perantau, M., Tua, O., & Johari, T. J. (2023). Keterbukaan

Diri Mahasiswa Perantau Kepada Orang Tua ( Studi Deskriptif Kualitatif pada Mahasiswa Perantau Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang Angkatan 2022 ). 7, 16520–16524.

Hanani, S. (2017). Komunikasi Antarpribadi. AR-RUZZ MEDIA.

Hediati, H. D., & Nawangsari, N. A. F. (2020). Perilaku Adaptif Mahasiswa Rantau Fakultas Psikologi Universitas

Airlangga. Doctoral Dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA, 2014, 1–11.

https://repository.unair.ac.id/113281/

Istanto, T. L., & Engry, A. (2019). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Homesickness Pada Mahasiswa Rantau

Yang Berasal Dari Luar Pulau Jawa Di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Pakuwon

City. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, 7(1), 19–30. https://doi.org/10.33508/exp.v7i1.2120

Jamain, Ririanti R., et al. (2023). Benarkah Terjadi Fase Quarterlife Crisis pada Mahasiswa?. Proceedings of Anual

Guidance and Conceling Akademic Forum.

https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/agcaf/article/view/2547

Kalimau, I. B. E. F. P., & Rina, N. (2023). KOMUNIKASI INTERPERSONAL AYAH PEKERJA DAN ANAK

PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KETERBUKAAN DIRI. 6(2), 223–234.

Kusumawardani, Erma. (2023). Urgensi Pelibatan Orang Tua untuk Anak Remaja. Madiun: CV Bayfa Cendekia

Indonesia.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017). Theories of Human Communication (Eleventh E). Waveland

Press. Inc.

Lukmanto, Kasturi B. (2024, Mei 14). Tekanan Akademik dan Kesehatan Mental: Bagaimana Mahasiswa Bisa

Bertahan?. Diakses dari

https://www.kompasiana.com/kasturibintilukmanto0353/66438b13c57afb282468eb92/tekanan-akademikdan-kesehatan-mental-bagaimana-mahasiswa-bisa-bertahan

Marcel, J. (2023, Mei 17). Dukungan Keluarga Bisa Menjadi Motivasi Untuk Semangat Kuliah dan Kerja. Diakses

dari https://stekom.ac.id/artikel/dukungan-keluarga-bisa-menjadi-motivasi-untuk-semangat-kuliah-dankerja

Masoem University. (2023, Februari, 2). Pengertian Self Disclosure Menurut Beberapa Ahli. Diakses dari

https://masoemuniversity.ac.id/berita/pengertian-self-disclosure-menurut-beberapa-ahli.php

Mukarom, Z. (2021). Teori-Teori Komunikasi Berdasarkan Konteks.

Mulyana, D., & Solatun. (2013). Metode Penelitian Komunikasi. PT. REMAJA ROSDAKARYA.

Najmudin, M. F., Khotima, N. A., & Lubis, R. F. (2023). Peran Orang Tua Terhadap Psikologis Anak Rantau Melalui

Komunikasi Jarak Jauh. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan), 10(01), 88–99.

https://doi.org/10.21009/jkkp.101.08

Published

2025-12-19

Issue

Section

Prodi S1 Ilmu Komunikasi