KOMUNIKASI KELUARGA SAMBUNG UNTUK MENCIPTAKAN KETERIKATAN EMOSIONAL DALAMMENGATASI KONFLIK
Abstrak
Keluarga sambung merupakan keluarga yang terbentuk dari pernikahan ulang, yang menghadirkan tantangan
komunikasi dan konflik akibat perbedaan latar belakang dan ekspektasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana komunikasi efektif diterapkan dalam pengelolaan konflik untuk menciptakan keterikatan emosional
antara anggota keluarga sambung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dan
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga keluarga sambung di Kota Bandung. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif, yang ditandai dengan keterbukaan, empati,
dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, berperan penting dalam meredam konflik serta membangun hubungan
emosional yang sehat. Komunikasi yang terbuka dan saling memahami mampu menjembatani perbedaan serta
menciptakan suasana keluarga yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengelolaan konflik
dalam keluarga sambung sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi antar anggota keluarga. Temuan ini
memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi keluarga serta menjadi acuan praktis bagi
keluarga sambung dalam membina keharmonisan dan membangun keterikatan emosional yang kuat.
Kata Kunci: Keluarga Sambung, Komunikasi Interpersonal, Konflik Keluarga, Keterikatan Emosional, Komunikasi
Efektif.
Referensi
Abu, R. (2020). Persepsi Masyarakat Kecamatan Lanrisang Terhadap Ketidak Harmonisan Keluarga Besar
Akibat Perceraian (Analisis Sosiologi Hukum Islam). IAIN Parepare.
Ainsworth, M. D. S. (1978). The Bowlby-Ainsworth Attachment Theory. Behavioral and Brain Sciences, 1(3), 436–
Ariani, A. (2020). Terapi Keluarga untuk Memperbaiki Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak. Procedia: Studi
Kasus Dan Intervensi Psikologi, 8(4), 161–169.
Awaru, A. O. T. (2021). Sosiologi Keluarga. Media Sains Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2023). Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor, 2023.
Educational Research (IJECER), 2(2), 47–56.



