Pengaruh Faktor Fraud Hexagon Theory Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Pada Perusahaan Sektor Kesehatan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Periode 2019-2024)

Authors

  • Virza Dwi Irziana Telkom University
  • Ajeng Luthfiyatul Farida Telkom University

Abstract

Laporan keuangan seharusnya disusun sesuai kondisi perusahaan sebenarnya karena informasinya digunakan untuk
mengambil keputusan. Namun, manajemen masih terdorong melakukan kecurangan laporan keuangan secara sengaja guna mencapai kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari tekanan (financial target), kesempatan (nature of industry), rasionalisasi (total accruals), kapabilitas (CEO education), arogansi (CEO duality), dan kolusi (related party transaction) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI periode 2019-2024. Dengan teknik purposive sampling, penelitian ini menganalisis sebanyak 108 data observasi dari 18 sampel perusahaan selama enam tahun penelitian. Studi ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Data diolah dengan program IBM SPSS 27. Temuan studi mengungkapkan bahwa tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, arogansi, dan kolusi berpengaruh simultan terhadap kecurangan laporan keuangan. Variabel kesempatan berpengaruh negatif secara parsial terhadap kecurangan laporan keuangan. Sementara, variabel tekanan, rasionalisasi, kapabilitas, arogansi, dan kolusi tidak berpengaruh secara parsial terhadap kecurangan laporan keuangan.

Kata Kunci: fraud hexagon, kecurangan laporan keuangan

References

Gideon, A. (2024). Kimia Farma Rugi Triliunan, Ternyata Ini Penyebabnya. Liputan6.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/5613269/kimia-farma-rugi-triliunan-ternyata-ini-penyebabnya?page=3,

diakses: 21 Januari 2025.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership

Structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/0304-

X(76)90026-X

Junus, A., Sundari, S., & Azzahra, S. Z. (2025). Fraudulent Financial Reporting and Firm Value: An Empirical Analysis

from the Fraud Hexagon Perpective. Investment Management and Financial Innovations, 22(1), 339-350.

http://dx.doi.org/10.21511/imfi.22(1).2025.26

Khamainy, A. H., Amalia, M. M., Cakranegara, P. A., & Indrawati, A. (2022). Financial Statement Fraud: The Predictive

Relevance of Fraud Hexagon Theory. Journal of Accounting and Strategic Finance, 5(1), 110–133.

https://doi.org/10.33005/jasf.v5i1.249

Mintara, M. B. M., & Hapsari, A. N. S. (2021). Pendeteksian Kecurangan Pelaporan Keuangan melalui Fraud Pentagon

Framework. Perspektif Akuntansi, 4(1), 35–58. https://doi.org/10.24246/persi.v4i1.p35-58

Naldo, R. R., & Widuri, R. (2023). Fraudulent Financial Reporting and Fraud Hexagon: Evidence from Infrastructure

Companies in ASEAN. Economic Affairs, 68(3), 1455–1468. https://doi.org/10.46852/0424-2513.3.2023.14

Nugroho, D. S., & Diyanty, V. (2022). Hexagon Fraud in Fraudulent Financial Statements: The Moderating Role of Audit

Committee. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 19(1), 46–67. https://doi.org/10.21002/jaki.2022.03

Nurbaiti, A., & Putri, A. A. (2023). Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan menggunakan Teori Fraud Hexagon.

Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, 6(1), 215-228. https://doi.org/10.29303/akurasi.v6i1.359

Oktavia, R., & Rinaldo, N. S. M. (2024). Unveiling Fraud: The Hexagon Theory’s Revolutionary Approach to Detecting

Financial Statement Manipulations. Jurnal Aset (Akuntansi Riset) , 16(1), 137–150.

https://doi.org/https://doi.org/10.17509/jaset.v16i1.56062

Owusu, G. M. Y., Koomson, T. A. A., Alipoe, S. A., & Kani, Y. A. (2021). Examining the Predictors of Fraud in Stateowned Enterprises: An Application of the Fraud Triangle Theory. Journal of Money Laundering Control, 25(2),

–444. https://doi.org/10.1108/JMLC-05-2021-0053

Rizkiawan, M., & Subagio, S. (2022). Analisis Fraud Hexagon dan Tata Kelola Perusahaan atas Potensi Adanya

Kecurangan dalam Laporan Keuangan. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 8(2), 269–282.

https://doi.org/10.32697/integritas.v8i2.909

Sadda, Y., & Januarti, I. (2023). Model Vousinas dan Kecurangan Laporan Keuangan: Bukti dari Perusahaan Perbankan

di Indonesia. Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi Dan Keuangan, 6(2), 355–374.

https://doi.org/10.29303/akurasi.v6i2.414

Sagala, S. G., & Siagian, V. (2021). Pengaruh Fraud Hexagon Model terhadap Fraudulent Laporan Keuangan pada

Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2019. Jurnal Akuntansi, 13(2),

–259. https://doi.org/10.28932/jam.v13i2.3956

Sandria, Ferry. (2021). Astaga! Ada Skandal Dugaan Manipulasi Lapkeu Emiten Nih. CNBC Indonesia.

https://www.cnbcindonesia.com/market/2021072 5191827-17-263478/astaga-ada-skandal-dugaan-manipulasilapkeu-emiten-nih/2

Sanjaya, I., Suyanto, & Sari, G. P. (2021). Pengaruh Kepemilikan Saham Eksekutif, CEO Education dan Pergantian Auditor

terhadap Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan BUMN (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN yang

Terdaftar di BEI). Jurnal Akuntansi AKTIVA, 2(1), 87–94. https://doi.org/10.24127/akuntansi.v2i1.902

Sari, M. P., Sihombing, R. M., Utaminingsih, N. S., Jannah, R., & Raharha, S. (2024). Analysis of Hexagon on Fraudulent

Financial Reporting with The Audit Committee and Independent Commissioners as Moderating Variables. QualityAccess to Success, 25(198), 10–19. https://doi.org/10.47750/QAS/25.198.02

Sihombing, T., & Panggulu, G. E. (2022). Fraud Hexagon Theory And Fraudulent Financial Statement In IT Industry In

Asean. Jurnal Reviu Akuntansi Dan Keuangan, 12(3), 524–544. https://doi.org/10.22219/jrak.v12i3.23334

Situngkir, N. C., & Triyanto, D. N. (2020). Detecting Fraudulent Financial Reporting Using Fraud Score Model and Fraud

Pentagon Theory : Empirical Study of Companies Listed in the LQ 45 Index. The Indonesian Journal of Accounting

Research, 23(3), 373–410. https://doi.org/10.33312/ijar.486

Skousen, C. J., Smith, K. R., & Wright, C. J. (2009). Detecting and Predicting Financial Statement Fraud: The Effectiveness

of the Fraud Triangle and SAS No. 99. In Corporate Governance and Firm Performance (Vol. 13, pp. 53–81).

Emerald Group Publishing Limited. https://doi.org/10.1108/S1569-3732(2009)0000013005

Suryani, E., & Fajri, R. R. (2022). Fraud Triangle Perspective: Artificial Neural Network Used in Fraud Analysis. Quality

Access to Success. 23(188), 154-162. https://doi.org/10.47750/QAS/23.188.22

Wicaksono, A., & Suryandari, D. (2021). The Analysis of Fraudulent Financial Reports Through Fraud Hexagon on Public

Mining Companies. Accounting Analysis Journal, 10(3), 220–228.

https://doi.org/https://doi.org/10.15294/aaj.v10i3.54999

Wilantari, N. M., & Ariyanto, D. (2023). Determinan Fraud Hexagon Theory dan Indikasi Financial Statement Fraud. EJurnal Akuntansi, 33(1), 87–103. https://doi.org/10.24843/EJA.2023.v33.i01.p07

Published

2026-02-23

Issue

Section

Prodi S1 Akuntansi