Komunikasi Identitas Guru Smp 10 November 2 Semarang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan komunikasi identitas guru di SMP 10 November 2 Semarang yang berkontribusi dalam pembentukan identitas siswa. Komunikasi identitas guru mencakup cara guru menanamkan nilai, serta sikap melalui interaksi sehari-hari di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yang berfokus pada pemahaman makna, pengalaman, serta sudut pandang para informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru, termasuk guru yang memiliki latar belakang organisasi keagamaan (LDII). Observasi partisipan juga dilakukan untuk mendukung data yang diperoleh, sekaligus mendokumentasikan interaksi langsung antara guru dan siswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa komunikasi identitas guru berkontribusi terhadap pembentukan karakter positif siswa melalui penanaman nilai-nilai sekolah, perilaku positif, serta budaya disiplin dan sopan santun. Guru memanfaatkan kedekatan emosional dan hubungan interpersonal untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan semangat belajar serta memperbaiki perilaku mereka. Dengan demikian, komunikasi identitas terbukti menjadi salah satu sarana yang efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kata Kunci: komunikasi identitas, guru, pembentukan karakter, hubungan interpersonal
References
Aliya, F. N., & Febriyani, A. R. (2020). Komunikasi Pembangunan Untuk Identitas Tempat: Budaya Kampung Di Kota Semarang. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 18(01), 10–29. https://doi.org/10.46937/18202029003
Creswell John W. (2019). Research Design (Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran) 4 Edisi (4th ed.). YOGYAKARTA : PUSTAKA PELAJAR, 2019.
Dwiyani, N. A., Suprijono, A., & Wisnu, W. (2023). Studi Eksplorasi Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Pertama Sepuluh Nopember Sidoarjo. Jurnal Artefak, 10(2), 159. https://doi.org/10.25157/ja.v10i2.10725
Gerungan, G., & et.al. (2022). Konstruksi identitas penggemar Boys ’ Love Thailand (studi netnografi fujoshi dan fudanshi pada Facebook ). Jurnal E-Komunikasi, 10(2), 1–12.
Littlejohn. (2017). THEORIES OF HUMAN COMMUNICATION Eleventh Edition. In Waveland Press, Inc. (Vol. 53, Issue 95).
Mujab, S., & Irfansyah, A. (2020). Komunikasi Politik Identitas K.H. Ma’ruf Amin sebagai Strategi Depolarisasi Agama pada Kontestasi Demokrasi Pilpres 2019. Warta ISKI, 3(01), 54–66. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v3i01.46
Nurjaman, A., Tinggi, S., & Islam, A. (2016). Pola Komunikasi Kyai dalam Memelihara Solidaritas Jamaah dari komunikator kepada komunikan dalam bentuk rangkaian kegiatan sangat dipengarui oleh bagaimana kepandaian ia dalam berkomunikasi . bersosialisasi , proses belajar mengajar atau pendidikan juga s. 10(2), 305–330.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D / Sugiyono. Alfabeta.
Suparlan, S. (2022). Peran Komunikasi Guru dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa di Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 5(1), 17–28. https://doi.org/10.58518/awwaliyah.v5i1.921
Wahidar, T. I. (2016). Perilaku Komunikasi Pengguna Jilboobs dalam Pembentukan Identitas Diri: Studi Komparatif pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Islam Sumatera Utara Medan. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 2(1). https://ojs.uma.ac.id/index.php/simbolika/article/view/219



