Analisis Tahapan Penetrasi Sosial Penyandang Difabel di PPSGHD Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat
Abstrak
Difabel memiliki hak yang sama dalam membangun hubungan sosial dengan manusia lainnya. Keterbatasan yang
dimilikinya membuat banyak orang merasa sulit untuk membangun hubungan sosial dengan difabel. Terdapat Pusat
Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD), di dalamnya terdapat berbagai macam jenis difabel yang
dipisahkan dari keluarganya sehingga perlu membangun hubungan sosial dengan individu lainnya. Dengan
menggunakan teori penetrasi sosial yang dikemukakan oleh Altman & Taylor (1973), tujuan dari penelitian ini untuk
mencari tahu bagaimana tahapan penetrasi yang dilalui difabel untuk membangun hubungan kedekatan antar individu
selama menjalankan program pelatihan. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Teknik pengambilan data berupa wawancara serta observasi kepada 10 informan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh difabel telah melalui keempat tahapan dalam teori penetrasi sosial yang dibuktikan pada
tahap orientasi, keleluasaan serta keterbukaan masih sangat rendah dilihat dari topik pembahasan hanya sekedar
perkenalan. Tahap pertukaran afektif eksploratif keleluasaan topik pada difabel sudah terlihat, namun terdapat
hambatan dalam penggunaan bahasa isyarat yang membuat kesulitan dalam membangun hubungan dengan difabel
tunaruwi. Tahap pertukaran afektif ditunjukkan dengan keterbukaan mengenai topik tentang diri pribadi yang lebih
mendalam. Tahap pertukaran stabil, tingkat kepercayaan antar difabel sudah sangat tinggi yang dibuktikan dengan
keleluasaan topik sudah sangat beragam. Penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi
interpersonal serta dijadikan sumber pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat mengenai bagaimana
pengembangan hubungan kedekatan yang dilakukan difabel, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat untuk
memiliki hubungan yang lebih dekat dengan empat jenis difabel dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Hubungan Sosial, Difabel, Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel, Teori Penetrasi Sosial
Referensi
Agustiana, C. A., Palupi, M. T., & Ayodya, B. P. (2023). PENETRASI SOSIAL GURU DAN SISWA BARU SLB
TUNARUNGU KARYA MULIA SURABAYA 1. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Komunikasi.
Asari, A., Fahlevi, R., Hadawiah, Astuti, S. W., Nugroho, B. S., Hasyim, M., Utami, N. K., AR, M. Y., Azizah, N.,
Dewijanti, I. I., Butarbutar, M. H., & Agitha, N. (2023). Pengantar Ilmu Komunikasi. In Pengantar Ilmu
Komunikasi (pp. 5–6). PT GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI.
Ashar, dio, Ashila, B. I., & Pramesa, G. N. (n.d.). PANDUAN PENANGANAN PERKARA PENYANDANG
DISABILITAS BERHADAPAN DENGAN HUKUM Dalam Lingkup Pengadilan.
Azhari, H. T., Nuraeni, Y., & Astriani, R. (2023). KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PELATIH DAN
ATLET DISABILITAS DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI DAN PRESTASI ( STUDI DESKRIPTIF
ATLET TENIS MEJA DISABILITAS NPCI DKI JAKARTA). Rina Astriani, ISSN(1), 63.
Azzahra, A. F. (2020). Efforts to Equitable Education for Children with Intellectual Disabilities as an Alternative to
Overcoming Social Problems in Children. Journal of Creativity Student, 68.
Byatt, T. J., Duncan, J., & Dally, K. (2024). Social capital and identity of d/Deaf adolescents: an interpretive
phenomenological analysis. Disability and Society, 39(8), 1961–1983.
https://doi.org/10.1080/09687599.2023.2168517
DeVito, J. A. (2023). The Interpersonal Communication Book Sixteenth Edition (Sixteenth Edition). Pearson
Education Limited.
Gholib, A. M., Pratiwi, A., & Kumala, F. N. (2022). PADA ANAK PENYANDANG DIFABEL TUNAWICARA.
Jurnal Audiens. https://doi.org/https://doi.org/10.18196/jas.v4i3.254
Imansyah, M. R., & Muhid, A. (2022). UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PADA PENYANDANG
DISABILITAS MELALUI PELATIHAN KEMANDIRIAN ADL (Activity of Daily Living). In PEKSOS:
Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial (Vol. 21, Issue 1).



