Dukungan Komunikasi Keluarga pada Mahasiswa Pascasarjana yang mengalami Fase Quarter Life Crisis
Abstrak
Fase quarter life crisis, yang mana ini merupakan bagian dari transisi kehidupan remaja menuju dewasa awal dengan
dampak yang besar terhadap kesejahteraan psikologis dan perkembangan individu yang di mana mahasiswa
pascasarjana termasuk kedalam kelompok tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk
dukungan komunkasi keluarga pada mahasiswa pascasarjana yang mengalami fase quarter life crisis. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori Pertukaran Kasih Sayang menjadi
landasan teori dari penelitian ini. Hasilnya, dalam fenomena ini dukungan komunikasi keluarga sangat berperan,
keberadaan keluarga yang tulus tidak hanya telah mencapai tujuan komunikasi keluarga dalam memperkuat hubungan
emosional satu sama lain dan rasa saling mendukung melainkan turut membantu menyembuhkan luka yang tak
terlihat.
Kata Kunci: Dukungan, Keluarga, Komunikasi Keluarga, Mahasiswa Pascasarjana, Quarter Life Crisis
Referensi
Afifa, N. (2022). Almost AdulingSelf-Help Approach to Deal With Quarter Life Crisis. Gramedia Pustaka Utama.
Ahwan, M. A. (2022). Karakteristik Mahasiswa Pasacasarjana Dalam Mencari Informasi Di Perpustakaan Perguruan
Tinggi. Maktabatuna: Jurnal Kajian Kepustakawanan, 4(1), 52–73.
http://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/maktabatuna/article/view/4265
Akbar, T., Yunanto, R., Defrian, D., & Putra, A. A. (2023). Pengalaman Mencapai Flourishing pada Masa QuarterLife Crisis. 7(3), 255. https://jurnal.unpad.ac.id/jpsp/
Akmal, S. Z., & Arlinkasari, F. (2020). Hubungan antara School Engagement, Academic Self-Efficacy dan Academic
Burnout pada Mahasiswa. Suparyanto Dan Rosad (2015, 5(3), 248–253.
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American
Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
Byrne, B. &. (2005). Psicologia Social (Issue 1). https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Cangara, H. (2023). Komunikasi Keluarga (Family Communication): Jalan Menuju Ketahanan Keluarga dalam Era
Digital. KENCANA.
Charkhabi, M., Abarghuei, M. A., & Hayati, D. (2013). The association of academic burnout with self-efficacy and
quality of learning experience among Iranian students. SpringerPlus, 2(1), 1–5. https://doi.org/10.1186/2193-
-2-677
Creswell, J. W. (2023). RESEARCH DESIGN Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches SIXTH
EDITION (Sixth). SAGE.
Ferraris, G., Bei, E., Coumoundouros, C., Woodford, J., Saita, E., Sanderman, R., & Hagedoorn, M. (2023). The
interpersonal process model of intimacy, burden and communal motivation to care in a multinational group of
informal caregivers. In Journal of Social and Personal Relationships (Vol. 40, Issue 10, pp. 3414–3436).
https://doi.org/10.1177/02654075231174415
Fitri & Lukman. (2023). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Tingkat
Akhir. Repository, 3(2), 1–116. http://repository.radenintan.ac.id/12581/1/SKRIPSI_PERPUS.pdf
Friedman, M. M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori, &Praktik. Jakarta : EGC.
Halfon, N., Forrest, C. B., Lerner, R. M., & Faustman, E. M. (2017). Handbook of life course health development.



