Komunikasi Interpersonal Remaja Fatherless Akibat Keluarga Bercerai di Lingkungan Sosial di Kabupaten Bandung
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada komunikasi interpersonal remaja fatherless akibat perceraian orang tua dalam membangun
hubungan sosial di lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal
remaja yang mengalami ketidakhadiran sosok ayah di lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi
terhadap delapan remaja di Kabupaten Bandung berusia 17– tahun, serta satu informan ahli. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketidakhadiran peran ayah berdampak pada pola komunikasi interpersonal remaja yang mereka
bangun, tercermin dari kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, ketidakstabilan emosi, serta hambatan dalam
membentuk kepercayaan interpersonal. Namun, beberapa remaja menunjukkan kemampuan adaptasi sosial yang baik
dengan dukungan dari lingkungan sekitar. Pola komunikasi yang terbentuk berkaitan erat dengan tipe keterikatan
emosional (attachment) yang mereka alami sejak kecil. Lingkungan sosial dan dukungan emosional dari keluarga, teman,
maupun komunitas memiliki peran penting dalam membantu remaja fatherless mengembangkan komunikasi
interpersonal yang lebih sehat dan positif.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Remaja, Fatherless, Perceraian, Lingkungan Sosial
Referensi
Budiani, S., Z.D, R., & Lailiyah, F. (2024). Peran Empati di Keluarga Fatherless pada Anak Usia Dewasa Awal.
SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains Dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 73–83.
https://doi.org/10.59841/saber.v2i4.1688
Damara, G., & Aviani, Y. I. (2020). Hubungan Kelekatan Dengan Kecerdasan Emosi Pada Siswa Sma Kelekatan Dan
Kecerdasan Emosi Pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Proyeksi, 15(2), 151.
https://doi.org/10.30659/jp.15.2.151-160
Fanny Febrianti, & Untung Subroto. (2023). Hubungan Pola Asuh Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.
Journal of Social and Economics Research, 5(2), 799–811. https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.183
Helmi, A. F. (1999). Gaya Kelekatan Dan Konsep Diri. Psikologi, 1, 9–17(1), 9–17.
Hidayah, N., Ramli, A., & Tassia, F. (2023). Fatherless Effects On Individual Development; An Analysis Of
Psychological Point Of View And Islamic Perspective. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2),
–766. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/381
Lestari, Y. (2024). Dampak Psikologis Fatherless dan Peranan Ayah Menurut Islam. Jurnal Pro Justicia, 04(01), 33–
https://www.jurnal.iairm-ngabar.com/index.php/projus/article/view/809/419
Mackiewicz, J. (2018). A Mixed-Method Approach. In Writing Center Talk over Time.
https://doi.org/10.4324/9780429469237-3
Nurrachmah, S. (2024). Analisis Strategi Komunikasi Dalam Membangun Hubungan Interpersonal Yang Efektif.
Jurnal Inovasi Global, 2(2), 265–275. https://doi.org/10.58344/jig.v2i2.60
Ramadhana, M. R. (2020). Perspektif Teori dalam Komunikasi Keluarga.
Sarmiati, E. R. R. (2019). Komunikasi Interpersonal.



