Makna Pernikahan Di Kalangan Generasi Z Yang Mengalami Gamofobia

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup. Pentingnya menikah sebagai
bentuk pemenuhan kebutuhan sosial, emosional, dan spiritual. Melalui pernikahan, manusia mendapatkan
pendamping hidup, dukungan, serta rasa aman dalam menjalani kehidupan. Namun bagaimana jika pernikahan tidak
memberikan rasa aman, melainkan rasa rakut yang disebut Gamofobia. Gamofobia menjadi fenomena baru di
Indonesia, Fenomena ini bertolak belakang dengan adanya norma adat berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan
untuk menggali makna pernikahan di kalangan Generasi Z yang mengalami Gamofobia melalui metode kualitatif
dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan dengan melakukan
wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pernikahan pada Generasi Z yang Gamofobia
tidak lagi dipandang sebagai kewajiban sosial atau milestone kehidupan, melainkan sebagai keputusan personal yang
mempertimbangkan kesiapan emosional, dan finansial. Pengalaman buruk, trauma keluarga, serta narasi negatif di
media sosial yang memperkuat rasa takut dan keraguan terhadap pernikahan. Temuan ini menemukan adanya
pergeseran nilai atas pernikahan pada Generasi Z yang mengalami Gamofobia, sehingga penelitian ini dapat
memperkaya literatur mengenai bagaimana bagaimana makna pernikahan dibentuk melalui proses interaksi sosial dan
pertukaran simbol dalam konteks sosial saat ini.
Kata kunci: Makna Pernikahan, Gamofobia, Interaksi Simbolik, Fenomenologi, Generasi Z

Referensi

Chandra, R. M. (2023). Faktor - Faktor Komunikasi (Yang Perlu Dimiliki) Generasi Z Dalam Mempersiapkan Karir.

Student Research Journal, 1(3), 372–384. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v1i3.345

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Five Approaches (C. Pearson, Ed.).

SAGE Publications, Inc.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research (Y. S. Lincoln, Ed.). SAGE

Publications, Inc.

Efendi, E., Fadila, F., Tariq, K., Pratama, T., & Azmi, W. (2024). Interaksionisme Simbolik dan Prakmatis.

Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(3), 1–8.

https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i3.514

Francis, T. (2018). ‘True Gen’: Generation Z and its implications for companies. McKinsey&Company.

Fujiyama. (n.d.). Generasi Z = Generasi Strawberry? Sensitif atau Kreatif? 2024. Retrieved November 26, 2024,

from https://surabaya.telkomuniversity.ac.id/generasi-z-generasi-strawberry-sensitif-atau-kreatif/

Handayani, H. (2024). Kecemasan Wanita Karir Terhadap Ikatan Pernikahan (Adaptasi Kasus Gamophobia).

Gamophobia, 1–14.

Jarwan, A. S., Khaled, Y., & Al-Rub, A.-. (2024). Gamophobia and Its Relationship with Family Communication

Patterns among Unmarried Postgraduate Students at Yarmouk University. 8, 1–22.

Karina, M. (2021). Gen Z insights : Persfective on Education (H. Wijayanti, Ed.). Kurnia Solo.

Kristyowati, Y. (2021). Islam Untuk Gen Z: Mengajarkan Islam, Mendidik Muslim Generasi Z: Panduan Bagi Guru

PAI. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2. https://doi.org/10.31219/osf.io/w3d7s

McCrindle, M. (2018). The ABC of XYZ: Understanding the Global Generations Mark McCrindle McCrindle

Research. McCrindle Research Pty Ltd. www.markmccrindle.com

Mead, G. H. (1934). Mind, Self, and Society (C. W. Morris, Ed.). The University of Chicago Press.

Moonik, A. A., & Junaeda, S. (2023). Nilai Tradisi Upadacara Toki Pintu Adat Minahasa Dalam Pernikahan. JSL

Jurnal Socia Logica, 3(4), 2023.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. Sage Publication Inc.

Mulyana, D. (2024). Teori-Teori Komunikasi : Aplikasi Praktis (R. K. Soenandar & S. Aisha, Eds.). Simbiosa

Rekatama Media.

Munawarah, M., Wahyuni, S., Elsera, M., studi Sosiologi, P., Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, F., & Raja Ali Haji, U.

(2020). Pandangan Masyarakat Tentang Perempuan Yang Lambat Menikah Di Kota Tanjungpinang Provinsi

Kepulauan Riau. Universitas Maritim Raja Ali Haji Student Online Journal.

Nugroho, Y. J. D. (2023). Psikologi Keluarga. In P. S. Andrianie (Ed.), USB Press (Vol. 1). USB Press.

Nurdin, A. (2020). Teori Komunikasi Interpersonal : Disertai Contoh Fenomena Praktis (Vol. 1). Kencana.

Nurviana, A., & Hendriani, W. (2021). Makna Pernikahan pada Generasi Milenial yang Menunda Pernikahan dan

Memutuskan untuk Tidak Menikah. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental, 1, 1–9. http://ejournal.unair.ac.id/index.php/BRPKM

Oktaviani, D., & Krismono. (2024). Peran Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Krisis Moral Generasi Z Di Era

Globalisasi Digital. Reflection : Islamic Education Journal, 2(1), 01–09.

https://doi.org/10.61132/reflection.v2i1.344

Parvathy, V. S. (2024). Fear Of Intimacy and Attachment Among Unmarried Individuals in Kerala. Psychology, 1–

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods (Vol. 4). y SAGE Publications, Inc.

Prasasti, M. R. (2024). Penggunaan Plot Non-Linear Pada Skenario Film Fiksi “Perihal Luka dan Waktu” Sebagai

Pembangun Unsur Dramatik. Institutional Repository Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 1–23.

http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/16709

Prasetyo, B., Sanjaya, E., & Hastuti, I. (2022). Marriage Law Perspective Against Underage Marriage.

https://doi.org/https://doi.org/10.51601/ijersc.v3i1.304

Rakhmat, J. (2011). Psikologi Komunikasi (Vol. 20). PT. Remaja Rosdakarya.

Ramadani, K. D. (2023). Statistik Pemuda Indonesia 2023 (Vol. 21). Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id

Revathi. (2024). Fear of Commitment: A Study About Prevalence of Gamophobia Among Youth and Its Psychosocial

Implications. Master of Social Work, 1–140.

Riska, H. (2023). Faktor Yang Memengaruhi Fenomena Menunda Pernikahan Pada Generasi Z. Indonesian Health

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-19

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Ilmu Komunikasi