PERAN AYAH RUMAH TANGGA DALAM SISTEM PATRIARKI (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk dalam Film Dua Hati Biru)

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Sistem patriarki yang mengakar dalam budaya masyarakat menyebabkan adanya standar gender yang menempatkan
laki-laki sebagai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai pengurus rumah tangga. Peran ayah rumah tangga
sering kali dianggap menyimpang dari norma sosial yang berlaku. Film sebagai media popular memiliki peran dalam
membentuk dan merefleksikan konstruksi sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah
rumah tangga dalam sistem patriarki melalui film “Dua Hati Biru”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk yang mencakup tiga dimensi: teks, kognisi sosial, dan
konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui ketiga dimensi tersebut, film “Dua Hati Biru”
merepresentasikan perlawanan terhadap sistem patriarki pada peran ayah rumah tangga yang menghadapi stigma,
krisis identitas maskulinitas, serta menjadi media refleksi dan kritik atas ketimpangan peran gender dalam keluarga.
Kata Kunci: Ayah rumah tangga, Patriarki, Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk, Film

Referensi

Hanafi, Moch; Buldani, M. (2025). PATRIARKI DAN KEKUASAAN: BAGAIMANA LAKI-LAKI

MENGENDALIKAN KEHIDUPAN DALAM KELUARGA. Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam, 7(1), 1–

Hanifah, N., Salsabila, A. H., & Yani, N. (2023). Variasi Bahasa pada Masyarakat Tutur Kota Jakarta Selatan.

Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan Dan Kesusastraan, 14(2), 120–126.

https://doi.org/10.26594/diglossia.v14i2.2885

Jones, C., Wells, J., Imrie, S., & Golombok, S. (2021). Transitions Into and Out of Work: Stay-at-Home Fathers’

Thoughts and Feelings: A Brief Report. Journal of Men’s Studies, 29(3), 373–383.

https://doi.org/10.1177/10608265211032097

Lui, L., & Kee-lee, C. (2019). Stay-at-home fathers in Hong Kong: trends and characteristics. Asian Population

Studies, 15(3), 282–301. https://doi.org/10.1080/17441730.2019.1660095

Maulana, L. F. (2023). Ayah Rumah Tangga: Evolusi Maskulinitas di Era Modern. Journal of Feminism and Gender

Studies, 3, 2–169.

Mercier, E., Le Couteur, A., & Delfabbro, P. (2024). ‘It really freed me up … to work’: Australian mothers’

experiences of living with fathers who work part-time. Community, Work and Family, 1–19.

https://doi.org/10.1080/13668803.2024.2412697

Nur, E. (2021). Peran Media Massa Dalam Menghadapi Serbuan Media Online the Role of Mass Media in Facing

Online Media Attacks. MAJALAH SEMI ILMIAH POPULER KOMUIKASI MASSA Section, 2(1), 51–64.

Nur, R. (2025). Teori Maskulinitas: Apa yang Menentukan Peran Laki-Laki dalam Masyarakat? Universitas Wira

Buana. https://wirabuana.ac.id/artikel/teori-maskulinitas-apa-yang-menentukan-peran-laki-laki-dalammasyarakat/?utm_source=chatgpt.com

Nurcahya, R., Yeni, T. R., & Nantri, A. (2023). Citra Bapak Rumah Tangga dalam Perubahan Nilai dan Keluarga

pada Film “I Am Sam.” Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender Dan Anak, 5(1), 43.

https://doi.org/10.29300/hawapsga.v5i1.3599

Parhani, S. (2024). Review ‘Dua Hati Biru’: Tak Ada Keluarga yang Sempurna dan Mungkin Memang Tak Harus

Sempurna. Magdalene. https://magdalene.co/story/review-dua-hati-biru/

Pramanada, N. A., & Dinardinata, A. (2020). Pengalaman Suami Menjadi Stay-At-Home Dad Pada Usia Dewasa

Awal. Jurnal EMPATI, 7(2), 735–744. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21706

Pratiwi, A. (2017). Syaldi Sahude: Kerja-Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Laki-Laki dan Perempuan.

Warta Feminis. https://www.jurnalperempuan.org/warta-feminis/syaldi-sahude-kerja-kerja-domestik-adalahtanggung-jawab-laki-laki-dan-perempuan

Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2015). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri Jawa. Jurnal

Penelitian Humaniora, 16(1), 72–85. http://journals.ums.ac.id/index.php/humaniora/article/view/1523

Regina, Z. N. (2024). Fatherless: Indonesia, Benarkah Negara Kekurangan Figur Ayah? Kumparan.Com.

https://kumparan.com/zahwaawa11/fatherless-indonesia-benarkah-negara-kekurangan-figur-ayah22j5yPNd6td/full

Rosidea, B. (2023). Fenomena Fatherless di Indonesia, Bukti Patriarki Masih Dijunjung Tinggi. Mubadalah.Id.

https://mubadalah.id/fenomena-fatherless-di-indonesia-bukti-patriarki-masih-dijunjung-tinggi/

Rushing, C., & Powell, L. (2015). Family Dynamics of the Stay-at-Home Father and Working Mother Relationship.

American Journal of Men’s Health, 9(5), 410–420. https://doi.org/10.1177/1557988314549414

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (S. Yustiyani Suryandari (ed.); 3rd ed.). CV Alfabeta.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-19

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Ilmu Komunikasi