Analisis Religious Branding Dalam Wacana Konten Instagram Noore Sport
Abstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi religious branding dibentuk melalui struktur verbal dan elemen visual
dalam konten Instagram Noore Sport. Menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis Norman
Fairclough berfokus pada analisis teks dan praktik wacana, penelitian ini menganalisis sampel purposif unggahan
akun @nooresport yang menonjolkan nilai kesopanan, spiritualitas, dan gaya hidup aktif Muslimah. Data dihimpun
melalui dokumentasi dan observasi non-partisipan, kemudian divalidasi dengan triangulasi metode. Analisis
menemukan pola wacana berulang: pembingkaian pemberdayaan melalui diksi motivasional seperti “shine”,
“freedom”, dan “confidence”, penandaan kesalehan lewat hashtag bernuansa Islami yang mengonsolidasikan identitas
merek berbasis nilai; serta penanda visual yang konsisten busana syar’i, model Muslimah, dan latar alam yang
menarasikan keharmonisan antara iman, estetika, dan aktivitas fisik. Indikator keterlibatan (likes, komentar, dan
repost) mengindikasikan resonansi makna di kalangan audiens. Secara keseluruhan, praktik komunikasi Noore Sport
menghasilkan religious branding yang bermakna secara spiritual, menggugah secara emosional, dan relevan secara
kontekstual di ruang digital. Temuan ini memberi kontribusi empiris mengenai orkestrasi sumber daya wacana untuk
mengintegrasikan gaya hidup dan penghayatan keagamaan dalam pemasaran modest activewear, sekaligus
menawarkan panduan praktis bagi merek yang ingin merancang strategi media sosial berpusat pada nilai di pasar gaya
hidup keagamaan yang spesifik.
Kata kunci: Religious Branding, Analisis Wacana, Instagram, Komunikasi Digital, Muslimah
Referensi
Afrizal, R. (2017). Etika Bisnis Islam Perspektif Muhammad Djakfar.
Alserhan, B. A. (2010). On Islamic branding: brands as good deeds. Journal of Islamic Marketing, 1(2), 101–106.
https://doi.org/10.1108/17590831011055842
Barthes, R. (1968). Elements of Semiologyy.1sted. New York : Hill and Wang .
Carter, N., Bryant-Lukosius, D., Dicenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative
research. In Oncology Nursing Forum (Vol. 41, Issue 5, pp. 545–547). Oncology Nursing Society.
https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547
Clark, L. (2005). The Emergence of Religious Lifestyle Branding: Fashion Bibles, Bhangra Parties, and Muslim Pop.
Eriyanto. (2005). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media.
Fairclough, N. (2003). Critical-Discourse Analysis The Critical Study of Language.
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing Paradigms in Qualitative Research.
John W, C. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.
Julaeha, L. S. (2024). The Role of Content Marketing in Brand Loyalty: An Empirical Analysis. MASMAN : Master
Manajemen, 2(2), 117–132. https://doi.org/10.59603/masman.v2i2.509
Kammerer, A., Dilger, T., & Ploder, C. (2021). Emotional Branding—Identifying the Difference Between Nike and
Adidas. In A. Horobet, L. Belascu, P. Polychronidou, & A. Karasavvoglou (Eds.), Global, Regional and Local
Perspectives on the Economies of Southeastern Europe (pp. 287–297). Springer International Publishing.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media.
Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Karakavak, Z., & ÷zbˆl¸k, T. (2023). When modesty meets fashion: how social media and influencers change the
meaning of hijab. Journal of Islamic Marketing, 14(11), 2907–2927. https://doi.org/10.1108/JIMA-05-2021-
Keller, K. L. (2013). Strategic Brand Management Building, Measuring, and Managing Brand Equity Global Edition.
Kriaučiūnaitė-Lazauskienė, G. (2018). Religion as a way of branding in the age of consumerism. Contemporary
Research on Organization Management and Administration. https://doi.org/10.33605/CROMA-012018-008



