Manajemen Relasi Dalam Menjaga Hubungan Antara Hijack Sandals Dengan Key Opinion Leader (Kol) Sebagai Strategi Soft Selling

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Hijack Sandals merupakan merek lokal yang memanfaatkan strategi soft selling melalui kerja sama dengan lebih dari
300 Key Opinion Leader (KOL) setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen
pemanfaatan KOL sebagai strategi soft selling yang berkelanjutan oleh Hijack Sandals dan menganalisis bagaimana
manajemen relasi dijalankan untuk menjaga hubungan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Teori yang digunakan adalah Model 4M Influencer Marketing dan Teori
Manajemen Relasi untuk menganalisis fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hijack Sandals
menerapkan Model 4M secara sistematis: Make: Seleksi KOL didasarkan pada keselarasan nilai dan relevansi dengan
citra merek, bukan hanya metrik kuantitatif; Manage: Pengelolaan kolaborasi bersifat fleksibel, memberikan
kebebasan kreatif kepada KOL dengan arahan yang terfokus pada keunggulan produk untuk menjaga otentisitas;
Monitor: Pemantauan konten dilakukan melalui pratinjau (preview) untuk memastikan keselarasan pesan tanpa
mengurangi kebebasan berekspresi KOL; Measure: Efektivitas diukur melalui metrik keterlibatan (engagement) dan
kemampuannya mendorong audiens ke tahap pertimbangan (consideration). Selain itu, strategi manajemen relasi
diterapkan dengan membangun kepercayaan, menjaga komunikasi informal yang profesional, dan menunjukkan
komitmen jangka panjang yang melampaui hubungan transaksional. Pendekatan ini berhasil mengubah KOL menjadi
advokat merek yang loyal dan mendukung keberlanjutan strategi soft selling.

Kata Kunci: Hijack Sandals, Soft selling, Key Opinion Leader (KOL), Manajemen Relasi, Pemasaran
Influencer.

Referensi

Ruchiat, A., & Finda, E. (2023). Peran Key Opinion Leader (KOL) Mujigae Pada Media Sosial TikTok.

Jurnal Sintesa.

Santora, J. (2022). 12 Types of Influencers You Can Use to Improve Your Marketing. .

Https://Influencermarketinghub.Com/Types-of-Influencers/.

Schouten, A. P., Janssen, L., & Verspaget, M. (2020). Celebrity vs. Influencer Endorsements in

Advertising: The Role of Identification, Credibility, and Product-Endorser Fit. International Journal

of Advertising , 39(2), 258–251.

Shao, S., Wang, Y., Li, Z., Li, L., Shi, X., Liu, H., & Gao, Z. (2025). Strategic Interaction Between Brands

and KOLs in Live-Streaming E-Commerce: An Evolutionary Game Analysis Using Prospect Theory.

MDPI: Systems.

Sugiyono. (2022a). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2022b). Metode Penelitian Kuantitatifl Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syah, R., & Rasmini, M. (2023). Memanfaatkan Akuisisi Key Opinion Leader (KOL) untuk Meningkatkan

Efektivitas Program Lazaffiliate di Lazada. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan.

Syarifah, L., Aziz, A., & Lisdiantini, N. (2022). Pengaruh Soft Selling dalam Media Sosial Instagram.

Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen, 6, 48–56.

Tanaya, F. P. (2024). Strategi Pemasaran Digital di [email protected]: Sebuah Studi

Kualitatif Deskriptif . Universitas Indonesia.

Watson, T., & Noble, P. (2007). Evaluating Public relations.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-03

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Hubungan Masyarakat