Penerapan Blue Ocean Strategy Dalam Meningkatkan Competitive Advantage Pada Eiji Cuts Barbershop
Abstrak
Industri barbershop di Kota Bandung berkembang pesat sehingga persaingan semakin ketat, dengan banyak pelaku
menawarkan harga dan layanan serupa. Kondisi ini menciptakan pasar red ocean yang berdampak pada penurunan jumlah
pelanggan harian di Eiji Cuts Barbershop Bojongsoang, terutama sejak pandemi. Penelitian ini bertujuan merancang
strategi untuk meningkatkan daya saing dan membuka ruang pasar baru melalui pendekatan Blue Ocean Strategy. Metode
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan
melalui Business Model Canvas (BMC) untuk memahami model bisnis, Porter’s Five Forces untuk menilai tekanan
eksternal, serta Strategy Canvas, Six Paths Framework, dan ERRC Grid untuk mengembangkan inovasi nilai. Hasil
penelitian menunjukkan Eiji Cuts masih bergantung pada layanan potong rambut dasar dan promosi dari mulut ke mulut,
sementara tingkat persaingan dan kekuatan tawar pelanggan cukup tinggi. Strategi yang dihasilkan mencakup penggunaan
minivan bertema Jepang sebagai barbershop untuk menekan biaya sewa sekaligus memperluas pasar, pengaktifan kembali
paket premium dengan layanan tambahan, program loyalitas digital, promosi khusus mahasiswa dan Gen-Z, serta
digitalisasi reservasi. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi biaya tetap, memperluas pangsa pasar, meningkatkan
pengalaman emosional pelanggan, dan memperkuat citra merek secara berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada
literatur strategi inovasi UMKM sektor jasa serta memberikan panduan praktis bagi barbershop dalam menciptakan ruang
pasar baru.
Kata kunci: Blue Ocean Strategy, Porter’s Five Forces, Keunggulan Kompetitif, Barbershop, Inovasi Nilai.
Referensi
Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2005). Blue Ocean Strategy. Harvard Business School Press.
Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2015). Blue Ocean Strategy, Expanded Edition_ How to Create Uncontested Market Space
and Make the Competition Irrelevant (Expanded Edition). Harvard Business Review Press.
Manao, A. (2020). Pengaruh pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada Salon Lideo. Jurnal Education and
Development, 8(2), 301. Diakses dari https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/jim/article/view/1719 [5 Januari 2025].
Mustopa, S., Sugiyanto, Hermawan, A., Santoso, S., & Marfuah, A. (2022). Digital Marketing In Barbershop Business
Growth Analisis. Humanities, Management and Science Proceedings, 3(1), 260–263.
https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SNH/article/view/25681.
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation. Business Model.
Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage Creating and Sustaining Superior Performance (First Free Press). Free Press.
Pratama, N. N., & Tricahyono, D. (2024). Designing a Digital Business Model Using SWOT Analysis and Business Model
Canvas (Case Study of PT 372 Kopi Indonesia). International Journal of Scientific and Management Research,
(10), 01–12. https://doi.org/10.37502/IJSMR.2024.71001.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Bandung: Alfabeta.
Supadilah. (2022). Peluang usaha barbershop. UKM Indonesia. Diakses dari https://ukmindonesia.id/baca-deskripsiposts/peluang-usaha-barbershop [12 November 2024].
Wheelen, T. L., & Hunger, J. D. (2018). Strategic Management and Business Policy: Globalization, Innovation, and
Sustainability (15th ed.). Pearson.
Yamin, M. Z., Gaffar, V., & Andriana, D. (2024). Analyzing of Barberbos consumer purchase decision stages in picking
barbershop. Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta, 19(2), 221–231



