Analisis Strategi Public Relations Coffee Shop Seko
Abstrak
Strategi Public Relations menjadi kunci dalam membangun citra dan meningkatkan kesadaran merek, khususnya di
era digital yang sangat bergantung pada media sosial. Coffee shop SEKO di Bandung memanfaatkan platform seperti
TikTok dan Instagram untuk menjangkau konsumen dengan mengunakan Twomannn sebagai bagian dari strategi
komunikasinya. Pendekatan tersebut dianalisis melalui model Cutlip, Center, dan Broom yang mencakup empat tahap:
pencarian fakta, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh
melalui wawancara mendalam dan observasi konten media sosial. Hasil menunjukkan bahwa SEKO mampu
menciptakan komunikasi yang relatable dan menarik, terutama dengan gaya konten absurd yang meningkatkan
keterlibatan audiens. Namun, strategi yang digunakan belum sepenuhnya terstruktur secara formal dan masih minim
dokumentasi tertulis. Evaluasi keberhasilan kampanye lebih didasarkan pada metrik popularitas seperti jumlah views,
likes, dan komentar, tanpa memperhatikan indikator loyalitas merek atau hubungan jangka Panjang dengan konsumen.
Di tengah persaingan industri kopi yang ketat, SEKO membutuhkan strategi Public Relations yang tidak hanya
responsif secara visual, tetapi juga didukung oleh riset yang kuat dan sistem evaluasi yang menyeluruh. Pendekatan
semacam ini akan memperkuat positioning SEKO dan meningkatkan efektivitas komunikasi merek secara
berkelanjutan.
Kata Kunci: Public Relations, Media Sosial, Influencer, Branding, SEKO Coffeeshop
Referensi
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods
(5, Ed.). Allyn & Bacon.
Bulan, S. I. S., & Sudrajat, R. H. (2019). Pengaruh Penggunaan Celebrity Endorser Arief Muhammad di Instagram
Terhadap Brand Image Erigo Store. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 5(2), 322–332.
https://doi.org/10.22219/sospol.v5i2.8505
Cutlip, S. M., & Center, A. H. (2015). Effective Public Relations: Pathways to Public Favor (9, Ed.). Pearson Prentice
Hall.
Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2005). Effective Public Relations: Merancang dan Melaksanakan
Kegiatan Kehumasan (9, Ed.). Prentice Hall (atau Indeks untuk edisi terjemahan Indonesia).
Dodd, M. D., & Collins, S. J. (2017). Public Relations Message Strategies and Public Diplomacy 2.0: An Empirical
Analysis Using Central-Eastern European and Western Embassy Twitter Accounts. Public Relations Review,
(2), 417–425. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2017.02.004
Durianto, D., Sugiarto, T., & Sitinjak, T. (2004). Strategi Menaklukkan Pasar: Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku
Merek (1, Ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Effendy, O. U. (2015). Dimensi-Dimensi Komunikasi. Alumni.
Eka, R. (2018). Tren Pemasaran Media Sosial dan Jangkauannya yang Luas. In DailySocial.id. https://dailysocial.id
Firmansyah, D. W. (2019). Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Media Sosial melalui Brand Ambassador pada
Cakekinian.
Ghony, M. D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif (1, Ed.). Ar- Ruzz Media.
Handika, M. R., & Darma, G. S. (2018). Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Menggunakan Influencer Melalui Media
Sosial Instagram. Jurnal Manajemen Bisnis, 15(2), 192–203. https://doi.org/10.38043/jmb.v15i2.601
Hermanda, A., Sumarwan, U., & Tinaprillia, N. (2019). The Effect of Social Media Influencer on Brand Image, SelfConcept, and Purchase Intention. Journal of Consumer Sciences, 4(2), 76–89.
https://doi.org/10.29244/jcs.4.2.76-89
Mahanani, E., & Sari, B. (2019). Analisis Pengaruh Brand Awareness, Brand Loyalty dan Harga terhadap Kepuasan
Pelanggan PT. Jico Agung Jakarta. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 16(2), 194–207.
https://doi.org/10.36406/jam.v16i02.242
Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif (22, Ed.). Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, A. I., & Zuhri, S. (2020). Analisis Strategi Brand Image Kedai Kopi “MOENG KOPI” Melalui Media Sosial
Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 109–124. https://doi.org/10.15642/jik.2020.10.2.109-124
Oktriwina, A. S. (2021). Soft Selling: Definisi dan 7 Langkah Melakukannya. In Glints TapLoker Blog.
https://glints.com/id/lowongan/soft-selling-adalah/
Park, H., & Reber, B. H. (2010). Using Public Relations to Promote Health: A Framing Analysis of Public Relations
Strategies Among Health Associations. Journal of Health Communication, 15(1), 39–54.
https://doi.org/10.1080/10810730903460534
Pearce II, J. A., & Robinson Jr., R. B. (2007). Strategic Management: Formulation, Implementation and Control (10,
Ed.). McGraw-Hill/Irwin.
Pienrasmi, H., & Nur, F. A. (2021). Analisis Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Membangun Brand
Awareness pada Industri Fashion Brand Denim Lokal di Bandar Lampung. Mediakom: Jurnal Ilmu
Komunikasi, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.35760/mkm.2021.v5i1.5028
Popstar.com. (2023). Profil & Statistik Twomann: Salah Satu Top 5 Influencer TikTok. In Popstar.com.
Ramadhan, M. F., & Rosyad, U. N. (2021). Strategi Branding Kopi Kewadanan dalam Menghadapi Persaingan. Jurnal
Riset Public Relations, 1(1), 15–21. https://doi.org/10.29313/jrpr.v1i1.78
Rangkuti, F. (2004). Teknik Menciptakan dan Mempertahankan Keunggulan Bersaing (1, Ed.). Gramedia Pustaka
Utama.
Rasyad, R. (2002). Metodologi Penelitian: Ilmu Sosial dan Humaniora (1, Ed.). Grasindo.
Rivando, J. M., & Parsono, S. (2024). Strategi Branding Coffee Shop SEKO Bandung di Media Sosial TikTok
(@sekoindonesia). Indonesian Journal of Digital Public Relations, 3(1), 40–53.
https://journals.telkomuniversity.ac.id/IJDPR/article/view/7924
Ruslan, R. (2017). Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsepsi dan Aplikasi (Cetakan ke). Raja
Grafindo Persada. https://www.rajagrafindo.co.id



