Analisis Komunikasi Verbal dan Non Verbal Antarpribadi Pelatih Profesional dan Pemain Amatir Pada Klub Sepakbola Riverside Forest Dengan Ideologi Punk Football
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh pelatih profesional dalam
mengatasi hambatan yang terjadi di dalam tim, serta mengeksplorasi bentuk komunikasi verbal dan non-verbal yang
diaplikasikan kepada para pemain amatir. Klub sepak bola Riverside Forest dipilih sebagai subjek penelitian karena
memiliki keunikan ideologi, yakni sebagai klub yang mengusung semangat punk football, sebuah pendekatan
alternatif dalam dunia sepak bola yang menekankan nilai-nilai seperti egalitarianisme, kesetaraan, anti-hierarki, serta
mendukung kebebasan berekspresi dan hak-hak individu. Keunikan ini menciptakan dinamika komunikasi tersendiri,
karena klub ini mempertemukan dua identitas berbeda—pelatih profesional dengan pengalaman formal dan pemain
amatir yang datang dari latar belakang komunitas. Perbedaan identitas ini memungkinkan terjadinya perbedaan cara
pandang dalam memaknai komunikasi di dalam tim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif dan berlandaskan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif selama proses latihan dan pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
komunikasi yang berlangsung dalam klub Riverside Forest bersifat terbuka, cair, dan dua arah. Pelatih menyesuaikan
cara berkomunikasi dengan mencampurkan bahasa lokal dan bahasa gaul, sebagai bentuk adaptasi terhadap latar
belakang pemain. Komunikasi verbal dan non-verbal digunakan secara fleksibel, bergantung pada konteks situasi dan
karakter masing-masing individu dalam tim.
Kata Kunci: Komunikasi dalam Olahraga Tim, Riverside Forest, Punk Football, Komunikasi Antarpribadi, Pelatih
dan Pemain
Referensi
Achmad Ismail, O., & Satrio Wijaksono, D. (2024). Kontra Hegemoni Punk Football Terhadap Industri Sepakbola
Indonesia. 3–5. www.forbes.com
Elizabeth Prisillia Kenny. (2024). Pola Komunikasi Interpersonal Dalam Toxic Relationship Pada Hubungan
Berpacaran Khususnya Kepada Perempuan.
Hani Subakti, Roberta Uron Hurit, Genoveva Dua Eni, Marianus Yufrinalis, Sonya Kristiani Maria, Rabiatun Adwiah,
Ahmad Syamil, Maria Angelina, Sukarman Hadi, Nuryati Solapari, Titik Musriati, & Ade Putra Ode Amane.
(2023). Metodologi Penelitian Kualitatif (Syaiful Bahri, Ed.). Media Sains Indonesia.
Jim Keoghan. (2014). Punk Football (Vol. 1). Pitch Publishing.
Nilamsari, N., & Nandang Perdana, M. (2019). Pola Komunikasi Antarpribadi Pelatih Dan Pemain Dalam Program
Latihan Komunitas Futsal Tuter FC (Vol. 2, Issue 2).
Pedersen, P. Mark. (2017). Strategic sport communication. Human Kinetics.
Serbes, H. (2021). “Punk’s Not Dead, It Lives on The Football Terraces”: Tracing The Legacy of Punk in Subcultural
Milieu of The Football Firms.
Suwatno, & Nerissa Arviana. (2023). Komunikasi Interpersonal. Sinar Grafika Offset.
Widodo, H., Sari, D. P., Wanhar, F. A., & Julianto, J. (2021). Pengaruh Pemberian Layanan Bimbingan dan Konseling
Terhadap Komunikasi Interpersonal Siswa SMK. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(4), 3–3.
https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i3.1028
Yosea Arga Pramudita. (2023, November 12). Apa itu Punk Football yang Merembet ke Klub Sepak Bola Indonesia?
Tempo.



