Pengaruh Self-Disclosure Penyandang Disabilitas Terhadap Penerimaan Sosial Pada Kalangan Mahasiswa Di Universitas Wilayah Bandung

Authors

  • Fadilah Najwa Azzahra
  • Amanda Bunga Gracia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh self-disclosure penyandang disabilitas terhadap penerimaan sosial pada kalangan mahasiswa disabilitas di Universitas Wilayah Bandung. Hipotesis ini dibangun atas dasar teori penetrasi sosial, bahwa keterbukaan diri dapat memperkuat relasi sosial dan membuka jalan untuk diterimanya individu dalam lingkungan sosial. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan kategori penelitian eksplanatif dengan tipe hubungan kausal. Dalam penelitian ini, variabel independen yang dimaksud adalah keterbukaan diri (self-disclosure), sedangkan variabel dependennya adalah penerimaan sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Self-disclosure memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan sosial. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa self-disclosure berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan sosial dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,357 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). (2) Tingkat hubungan antara self-disclosure dan penerimaan sosial tergolong kuat. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan nilai r sebesar 0,751, yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut kuat dan positif. (3) Self-disclosure menyumbang 56,4% terhadap variabilitas penerimaan sosial, sesuai dengan hasil uji koefisien determinasi (R² = 0,564). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar variasi dalam penerimaan sosial dapat dijelaskan oleh keterbukaan diri mahasiswa disabilitas, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Kata Kunci: Self-Disclosure, Penyandang Disabilitas, Penerimaan Sosial

References

Altman, I., & Taylor, D. (1973). Social Penetration: the Advance of interpersonal relationship. Holt, Rinehart, and Winston.

Anggraini, C., Ritonga, D. H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3), 337–342.

Anggraini, H. Y., Sari, N. P., & Rachman, A. (2024). Meningkatkan Self Disclosure Siswa Menengah Kejuruan Menuju Era Society 5.0 dengan Art Psychotherapy. Buletin Konseling Inovatif, 1(2), 45–54.

Arsanti, F. B., & Farozin, M. (2019). Tingkat Penerimaan Sosial terhadap Keberadaan Siswa Difabel Dimanmaguwoharjo. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Edisi1, 2(1), 1–11.

Clarissa, J., & Tamburian, H. H. D. (2020). Instagram dan Self Disclosure dalam Perspektif Komunikasi Antarpribadi terhadap Siswa - Siswi SMA Santo Kristoforus II. Koneksi, 3(2), 328–335.

Epti, S. P., & Hardew, A. K. (2025). Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Remaja yang Mengalami Disabilitas Fisik di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 15(1), 1–14.

Fathimah, K., & Apsari, N. C. (2020). Aksesibilitas Sebagai Bentuk Kemandirian Disabilitas Fisik Dalam Mengakses Fasilitas Pelayanan Publik Ditinjau Dari Activity Daily Living. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 120–132.

Hapsari, R., & Azahra, Z. (2020). Media Sosial Twitter Dalam Dimensi Self Disclosure Pada Mahasiswa Di Kota Depok. BroadComm, 2(2), 57–71.

Harahap, D., & Hendriyani, H. (2023). Motivation, Self Disclosure dan Psychological Well Being pada Perempuan Dewasa Muda Ibu Kota Melalui Media Sosial Instagram. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 6(2), 744–759.

Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan, Edisi V,. Erlangga.

Kadarsih, R. (2009). Teori Penetrasi Sosial Dan Hubungan Interpersonal. Jurunal Dakwah, X(1), 53–66.

Mahfudin, B., & Saragih, R. B. (2020). Pengaruh Keterbukaan Diri (Self-Disclosure) Terhadap Penyelesaian Tugas Akhir Skripsi. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 4(1), 18–27.

Mareta, S. yeppi, Narizki, I., Citra, L., & Sadiq, M. (2025). Penerimaan Diri Mahasiswa Penyandang Disabilitas Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 468–474.

Safrudin, R., Zulfamanna, Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. Journal Of Social Science Research, 3(2), 1–15.

Sari, P. W. (2023). Self-Disclosure Interaksi Dalam Jaringan Online Pada Teori Penetrasi Sosial. Jurnal Common, 7(1), 13–21.

Setiawan, G. A., Luik, J. E., & Yogatama, A. (2024). Self Disclosure Dalam Komunikasi Interpersonal Pada Pasangan Jarak Jauh Untuk Mempertahankan Hubungan. Jurnal E Komunikasi, 12(1), 1–16.

Shelsiyanti, Suhendri, & Venty. (2024). Analisis Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Kepada Orang Tua dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa. Journal Of Social Science Research, 4(2), 4477–4486.

Sholeh, A. (2020). Islam dan Penyandang Disabilitas: Telaah hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Pendidikan. Palastren, 8(2), 293–320.

Ulfah, S. M. (2024). Tantangan dan Strategi Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Journal Of Disability Studies and Research (JDSR), 3(2), 12–30.

Winei, A. A. D., Ekowati, Setiawan, A., Jenuri, Weraman, P., & Zulfikhar, R. (2023). Dampak Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar dan Kesehatan Mental Siswa. Journal on Education, 06(01), 317–327.

Published

2026-08-01

Issue

Section

Prodi S1 Ilmu Komunikasi