Persepsi Pelajar SMP terhadap Penggunaan Tingkat Tutur Bahasa Sunda di Kalangan Pelajar sebagai Identitas Budaya di Kota Bandung

Penulis

  • Zafirah Asy Syifa
  • Astri Wulandari

Abstrak

Bahasa daerah memegang peranan penting dalam membentuk identitas budaya, salah satunya adalah bahasa Sunda yang digunakan oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Bahasa Sunda bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol dari identitas budaya Sunda yang diwariskan. Persepsi pelajar SMP terhadap bahasa Sunda mempengaruhi seberapa sering bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana identitas budaya Sunda dipertahankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada 103 pelajar SMP di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap bahasa Sunda memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari, yang pada gilirannya memperkuat identitas budaya Sunda di kalangan pelajar. Temuan ini juga menunjukkan bahwa semakin positif persepsi pelajar terhadap budaya Sunda. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana persepsi terhadap bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, dapat memperkuat identitas budaya di kalangan pelajar di era modernisasi ini. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian ini, disarankan agar sekolah-sekolah di Kota bandung lebih mengintegrasikan pembelajaran bahasa Sunda dalam berbagai kegiatan akademik dan ekstrakuriler untuk semakin memperkuat pelestarian bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda.

Kata Kunci: Persepsi, Bahasa Sunda, Tingkat Tutur, Identitas Budaya, Pelajar SMP.

Referensi

Afrilia, M. A., & Arifina, S. A. (2020). Buku Ajar Komunikasi Interpersonal. Pustaka Rumah Cinta.

Ardiwinata, D. K. (1984). TATA BAHASA SUNDA (Ayatrohaedi, Trans.; 2nd ed., Vol. 2). PN BALAI PUSTAKA.

BPS. (2024). Jumlah Murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Menurut Kecamatan di Kota Bandung, 2023/2024.

Darmastuti, R. (2013). Mindfullness dalam komunikasi antarbudaya pada kehidupan masyarakat Samin dan masyarakat Rote Ndao, NTT. Buku Litera.

Koentjaningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi . Rineka Cipta.

Liliweri, A. (2022). Persepsi, Sikap, Dan Prasangka Dalam Komunikasi Antarbudaya. Raja Grafindo Persada.

Littlejohn, S., & Foss, K. A. (2009). COMMUNICATION THEORY ENCYCLOPEDIA OF.

Mulyana, D., & Rakhmat, J. (1993). Komunikasi AntarBudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. remaja rosda karya.

Robbins.P, S., & Judge.A, T. (n.d.). Organizational Behavior Global Edition.

Susanti, R. Y. (2022). KURANGNYA+PENGGUNAAN+DAN+PEMAHAMAN+BERBAHASA+SUNDA+DI+KALANGAN+REMAJA+74-77.

Sapir, E. (1921). LANGUAGE AN INTRODUCTION TO THE STUDY OF SPEECH.

Sarmanu. (2017). Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Statistika. Airlangga University Press.

Shafa Aulia Nursani. (2023, April 19). Bagaimana Proses Sebuah Identitas Terbentuk? Simak Penjelasannya di Sini! . Detik.Com, 1.

William B. Gudykunst, & Bella Mody. (2002). Handbook of International and Intercultural Communication (W. B. Gudykunst & B. Mody, Eds.). SAGE.

Wiryanto. (2009). Pengantar Ilmu Komunikasi (Wiryanto, Ed.). Grasindo.

Wulandari, A., & Nurdiarti, R. P. (2024). Javanese Language Lesson at School as a Form of Strengthening Cultural Identity in Yogyakarta.

Yule, G. (2006). The Study of Language (3rd ed.). United Kingdom at the University.

Yusuf, Muri. A. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Prenada Media.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Ilmu Komunikasi