PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN SOSIAL BRAND SENSATIA BOTANICALS “SENSHINE” UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SAMPAH INDUSTRI KECANTIKAN DI KOTA BANDUNG
Abstrak
Seiring dengan meningkatnya industri kecantikan di Indonesia, maka semakin banyak
pula limbah yang dihasilkan, terutama limbah sampah plastik dari kemasan skincare
dan kosmetik yang sulit terurai. Permasalahan ini menjadi semakin serius karena
rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari
penggunaan produk kecantikan sekali pakai. Hal ini menjadi tantangan bagi berbagai
pihak, termasuk brand lokal yang memiliki visi berkelanjutan. Sensatia Botanicals,
sebagai salah satu brand lokal yang mengusung konsep keberlanjutan, telah
menghadirkan program daur ulang, namun program tersebut dinilai masih kurang
interaktif dan belum sepenuhnya transparan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial bertajuk “Senshine” yang
mengusung konsep upcycle dengan pendekatan kreatif, edukatif, dan partisipatif.
Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan
pihak terkait, penyebaran kuesioner, serta analisis SWOT, AOI, dan AISAS (Attention,
Interest, Search, Action, Share). Hasil akhir dari perancangan ini berupa kampanye
interaktif dalam bentuk event workshop upcycle, dilengkapi dengan media sosial dan
cetak sebagai pendukung komunikasi visual. Strategi komunikasi yang diterapkan
bersifat emosional dan informatif, dengan gaya visual minimalis yang sejalan dengan
identitas merek. Diharapkan kampanye ini mampu meningkatkan kesadaran
konsumen terhadap isu lingkungan, mendorong perubahan perilaku konsumsi, serta
memperkuat positioning Sensatia Botanicals sebagai brand kecantikan alami yang
bertanggung jawab secara sosial dan ekologis.
Kata Kunci: AISAS, Desain Komunikasi Visual, Kampanye Sosial, Limbah plastic,
Perancangan, Sensatia Botanicals, Skincare, Upcycle.
Referensi
Ilhamsyah. (2021). Pengantar Strategi Kreatif Advertising Era Digital
Ilhamsyah. Yogyakarta: Andi Offset.
Jaiz, M. (2021). Dasar-dasar Periklanan Edisi 2. Suluh Media.
Karyadi, B. (2017). FOTOGRAFI: Belajar Fotografi. NahlMedia. Kotler, P., & Zaltman, G. (1971). Social marketing: an approach to
planned social change. Journal of Marketing, 35(3), 3–12.
https://doi.org/10.2307/1249783
Lailatamanik, R., Dra. Apriatni Ep, M., & Dewi, R. S. (2014). Pengaruh
Activity, Interest, Opinion (AIO) dan persepsi harga terhadap keputusan
menonton film di bioskop e-plaza semarang.
Leybourne, E. (2025). 95% of beauty packaging is thrown away.
Mavellyno Vedhitya. (2023). Memahami Target Audience, Ini Arti dan
Jenis-jenisnya.
Pratama, J. (2024). Menavigasi Strategi di Industri Beauty Indonesia
Putra, R. W. (2021). Pengantar Desain Komunikasi Visual Dalam
Penerapan. Jakarta: Andi offset.
Putri, C. (2021). Di Balik Ancaman Limbah Skincare dan Kosmetik, Ini
yang Bisa Kita Lakukan.
Rahmiati Aulia, D. A. (2022). Embracing the Future: Creative Industries
for Environment and Advanced Society 5.0 in a Post-Pandemic Era Proceedings
of the 8th Bandung Creative Movement International Conference on Creative
Industries (8th BCM 2021). London: Taylor Francis.
RevoU. (n.d.). Apa itu Brand Activation?
https://www.revou.co/kosakata/brand-activation
Sensatia Botanicals. (2025). Visi Misi Sensatia Botanicals.
Soewardikoen, D. W. (2019). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi
Visual. Sleman: PT Kanisius.
Sollu, Y., & Hendratmoko. (2024). THE EFFECT OF GREEN MARKETING
AND BRAND IMAGE TOWARD PURCHASE DECISIONS ON SENSATIA
BOTANICALS PRODUCTS IN JAKARTA. Moestopo International Review on



