PERANCANGAN KOMIK DIGITAL CERITA RAKYAT MURTADO MACAN KEMAYORAN UNTUK SISWA SMA DI JAKARTA
Abstrak
Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku dan budaya yang berbeda,
termasuk Suku Betawi, yang berasal dari nama Batavia. Budaya yang unik diwariskan
dari generasi ke generasi, beberapa diantaranya melalui cerita rakyat. Cerita rakyat
tidak hanya menggambarkan budaya, bahasa, tradisi, dan kehidupan masyarakat,
tetapi juga merupakan komponen sastra tradisional yang sering menjelaskan asalusul suatu tempat dan budaya hidup mereka. Untuk mempertahankan identitas
bangsa, remaja muda perlu memahami sejarah dan budaya mereka. Namun, tanpa
pelestarian, mereka berisiko hilang. Remaja umur 15 tahun tidak lagi tertarik untuk
membaca karena mereka lebih suka konten visual daripada teks. Dari 81 negara yang
dievaluasi oleh PISA 2022, Indonesia berada di peringkat ke-66, masih di bawah ratarata dunia pada literasi (Kemendikbudristek, 2023). Metodologi perancangan ini
adalah melakukan wawancara dengan narasumber yang memahami cerita rakyat
tersebut, penyebaran kuisioner secara daring kepada remaja di Jakarta, dan studi
pustaka dari berbagai sumber literatur adalah metodologi yang digunakan. Penelitian
ini bertujuan untuk menghadirkan media pengenalan yang menarik dan sesuai
dengan preferensi remaja, yaitu komik digital untuk memperkenalkan kembali cerita
rakyat “Murtado Macan Kemayoran” yang berasal dari Jakarta dan diharapkan dapat
membantu melestarikan budaya Betawi.
Kata kunci: Cerita Rakyat, Komik Digital, Siswa SMA, Murtado Macan Kemayoran
Referensi
Amini, A., & Damayang, M. I. (2021). Pengembangan Media Komik Digital Untuk
Meningkatkan Keterampilan Mendongeng Siswa Kelas II Sekolah Dasar.
Anggraini, Lia; Nathalia, Kirana. (2016). Desain Komunikasi Visual: Dasar-dasar
panduan untuk pemula. Bandung: Nuansa Cendekia.
Brown, M. (2017, Agustus 12). Media and Digital PredicIons. London: Kantar
Millward Brown. Diambil kembali dari kompas.com:
hhps://www.kompas.com/edu/read/2021/12/08/143158171/meningkatk
an-minat-baca- konten-visual-lebih-digemari-gen-z#google_vignehe
Dananjaya, J. (1984). Folklor Indonesia: ilmu gosip, dongeng dan lain-lain.
Indonesia: Grafig Pers.
Gumelar, M. S. (2010). COMIC MAKING: CARA MEMBUAT KOMIK. An1mage.
KBBI, K. B. (2016). Literasi. Diambil kembali dari kbbi.kemdikbud.go.id:
hhps://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Literasi
KBBI, K. B. (2025, Maret). Perancangan. Diambil kembali dari KBBI Web:
hhps://kbbi.web.id/rancang-2#fitur
Kebudayaan, D. P. (1982). CERITA RAKYAT DKI JAKARTA. Jakarta: Perpustakaan
Direktorat & Nilai Tradisional.
Kementrian Pendidikan, K. R. (2023, Desember 5). Peringkat Indonesia pada PISA
Naik 5-6 Posisi Dibanding 2018. Diambil kembali dari
kemdikbud.go.id:
hhps://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2023/12/peringkat-indonesiapada-pisa-2022-naik-56-posisi-dibanding-2018
Kusrianto, A. (2006). PENGANTAR DESAIN KOMUNIKASI VISUAL. Yogyakarta:
Penerbit ANDI.
Nurlambang et al, T. (2014). Kajian Pemetaan Sejarah dan Nilai Budaya.
Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan,
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pasmahputra, M. (2019). Dasar Teori Desain Ilustrasi. Perancangan Board Game
Sebagai Media EdukaIf Mengenai Rangkaian PerisIwa Bandung Lautan
Api, 798.
Pubianasari, A. (2017). Minat dan Kebiasaan Membaca Siswa Sekolah Menengah
Atas di Jakarta.



