PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK LINK SAMARINDA-PENAJAM PASER UTARA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DWDM

Muhammad Naufal ‘Aunurrafieq

Abstract

Rencana pemerintah Indonesia terkini mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke pulau Kalimantan tepatnya disekitar wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara menuntut tingkat pelayanan dan fasilitas layanan telekomunikasi yang maksimal agar dapat menunjang kebutuhan pemerintah dan masyarakat di wilayah tersebut sehingga diperlukan perancangan jaringan telekomunikasi yang mumpuni untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian dilakukan perancangan, simulasi, serta analisis sistem komunikasi serat optik pada dari Samarinda menuju Penajam Paser Utara menggunakan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Standar performansi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Link Power Budget (LPB), Rise Time Budget (RTB), Signal to Noise Ratio (SNR), Q-factor, dan Bit Error Rate (BER). Dalam penelitian ini diujikan beberapa skenario gain pada amplifier dengan nilai 35 dB, 39 dB, dan 43 dB dimana skenario dengan gain 43 dB mampu memenuhi standar performansi dan layak untuk digunakan serta diimplementasikan dimana skenario ini mampu menghasilkan nilai BER terkecil sebesar 9,91547 _ 10_13 dan nilai bit error rate terbesar yaitu 9,1891 _ 10_11.

Kata kunci: dense wavelength division multiplexing, link power budget, rise time budget, signal to noise ratio, Q-factor, bit error rate.

Full Text:

PDF

References

A. A. Aminullah, A. Priambodo, H. K. Rahmat, and K. Adri, “Kesiapan kantor pencarian dan pertolongan balikpapan dalam penanggulangan bencana guna menyambut pemindahan ibukota baru,” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, vol. 8, no. 1, pp. 51–59, 2021.

P. Rizqi, “Analisis perbandingan unjuk kerja link dwdm berbasis nzdsf-dcf dan smf-dcf,” Ph.D. dissertation, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, 2021.

A. I. Permadi, A. F. Isnawati, , and D. Zulherman, “Comparative analysis of the dispersion compensating fiber (DCF) scheme in long-haul dense wavelength division multiplexing (DWDM),” Journal of Physics: Conference Series, vol. 1367, no. 1, p. 012063, Nov. 2019. [Online]. Available: https://doi.org/10.1088/1742-6596/1367/1/012063.

S. RADITYA PRIYO, “Analisis dan simulasi teknologi dwdm (dense wavelength division multiplexing) berbasis oadm (optical add drop multiplexer) di sistem komunikasi rof (radio over fiber),” Ph.D. dissertation, Institut Telkom Purwokerto, 2019.

M. JANNAH, “Performansi sistem twdm-pon menggunakan nz-dsf dan dcf pada teknologi ng-pon2,” Ph.D. dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2018..

R. A. I. Asyari, Firdaus, E. Indarto, I. Nurcahyani, “Perancangan Jaringan Backbone dan Distribusi 4G LTE Di Sleman Berbasis Jaringan Optik,” Pros. SNATIF, 2017 J. N. Downing, Fiber-optic communications. Thomson/Delmar Learning, 2005.

G. Keiser, Optical Fiber Communications. Singapore: McGraw-Hill, inc., 1991.

K. A. Farhan, E. S. Sugesti, and R. P. Astuti, “Perancangan dan analisis jaringan backhaul serat optik untuk komunikasi lte penumpang kereta cepat jakarta - surabaya sub cepu - surabaya,” eProceedings of Engineering, vol. 7, no. 2, 2020.

G. P. Agrawal, Fiber-optic communication systems with CD. Wiley, 2010.

G. Keiser, Optical fiber communications. Boston, MA: McGraw-Hill, 2000.

R. F. Adiati, “Analisis parameter signal to noise ratio dan bit error rate dalam backbone komunikasi fiber optik segmen lamongan-kebalen,” Ph.D. dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2017G. Keiser, Optical fiber communications. Boston, MA: McGraw-Hill, 2000.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.